RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN – Olahraga domino (ORADO) mulai berkembang di Kota Banjarmasin. Menariknya, geliat olahraga yang selama ini identik dengan kaum laki-laki justru digerakkan oleh para perempuan melalui Komunitas Anak Kampung Arab (Akrab).
Komunitas yang bermarkas di Kampung Arab, Banjarmasin Tengah, itu diprakarsai Rina Basrindu atau Acil Imas. Sosok yang juga dikenal sebagai salah satu pemain film Kuyang dan Saranjana tersebut ingin mengubah pandangan masyarakat bahwa domino bukan sekadar permainan, melainkan cabang olahraga yang mengandalkan strategi dan kemampuan berpikir.
Patahkan Stigma Permainan Pria
Acil Imas mengatakan, sebagian besar anggota Akrab merupakan perempuan dari berbagai latar belakang profesi. Mulai pelaku UMKM, ketua RT, aparatur sipil negara (ASN), pengacara, mahasiswa hingga pelajar. Meski demikian, beberapa pria juga ikut bergabung dalam latihan.
Menurutnya, kehadiran para perempuan di ORADO membuktikan bahwa olahraga ini bisa dimainkan siapa saja tanpa memandang gender.
"Komunitas kami namanya Akrab atau Anak Kampung Arab. Memang lebih banyak kaum hawa, tetapi ada juga beberapa pria yang ikut bermain dan berlatih. Dulu domino identik dimainkan laki-laki, sekarang sudah menjadi cabang olahraga," ujarnya.
Bermula dari Rasa Penasaran
Ketertarikan Acil Imas terhadap ORADO berawal saat belajar bermain domino bersama kerabat di Banjarbaru. Setelah memahami teknik dan aturan permainan, ia mengajak teman-temannya di Banjarmasin untuk berlatih bersama hingga akhirnya terbentuk Komunitas Akrab.
Baginya, domino tidak hanya menjadi sarana berkumpul, tetapi juga melatih konsentrasi, strategi, dan daya ingat.
"Daripada berkumpul sambil bermain handphone, lebih baik bermain ORADO karena bisa mengasah otak dan daya ingat," katanya.
Latihan Setiap Hari
Komunitas Akrab kini menggelar latihan rutin setiap hari di Kampung Arab. Meski belum mengikuti turnamen resmi, para anggota terus mempelajari teknik permainan sesuai aturan ORADO.
Acil Imas menjelaskan, olahraga domino memiliki aturan yang tidak sederhana. Cara meletakkan gaple, posisi tangan, hingga gerakan tubuh menjadi bagian dari penilaian dalam pertandingan.
"Permainannya memang terlihat mudah, tetapi ada aturan yang harus dipahami. Cara meletakkan gaple, posisi tangan hingga gerakan badan bisa berpengaruh. Bahkan ada sanksi berupa teguran atau pengurangan poin jika melanggar," jelasnya.
Siap Cetak Atlet Perempuan
Saat ini Komunitas Akrab mendapat pendampingan dari pengurus ORADO Kota Banjarmasin maupun Kalimantan Selatan untuk meningkatkan kemampuan para anggotanya.
Acil Imas berharap semakin banyak perempuan yang tertarik menekuni ORADO sehingga olahraga ini berkembang lebih luas di Banjarmasin dan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi.
"Kami masih terus belajar sambil berlatih. Harapannya nanti bisa ikut berbagai turnamen dan ikut memajukan olahraga domino di Banjarmasin," pungkasnya. (*)
Editor : M. Ramli Arisno