Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Teco Pamit, Sejumlah Pilar Hengkang — Barito Putera Hadapi Musim Baru dengan Wajah yang Berbeda

M Idris Jian Sidik • Rabu, 8 Juli 2026 | 14:31 WIB
Stefano Teco Cugurra saat masih menangani PS Barito Putera. Pelatih asal Brasil ini resmi mengakhiri masa tugasnya bersama Laskar Antasari setelah kontraknya berakhir pada 30 Juni 2026, meninggalkan kenangan satu musim penuh perjuangan yang tidak terlupakan bagi seluruh pendukung Barito Putera.
Stefano Teco Cugurra saat masih menangani PS Barito Putera. Pelatih asal Brasil ini resmi mengakhiri masa tugasnya bersama Laskar Antasari setelah kontraknya berakhir pada 30 Juni 2026, meninggalkan kenangan satu musim penuh perjuangan yang tidak terlupakan bagi seluruh pendukung Barito Putera.

 RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin – Satu per satu, nama-nama yang selama ini mewarnai musim Barito Putera berpamitan. Dan yang paling terasa adalah yang paling awal — Stefano Teco Cugurra, sang pelatih kepala yang selama satu musim penuh menjadi otak dan jiwa tim Laskar Antasari, resmi mengakhiri masa tugasnya di Banjarmasin setelah kontraknya berakhir pada 30 Juni 2026.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya @stefanocugurra yang langsung meledak dengan lebih dari 1.900 likes, Teco menyampaikan perpisahan yang tulus dan penuh kehangatan kepada seluruh pihak yang telah menjadi bagian dari perjalanannya bersama Barito.

Ia mengungkapkan rasa senangnya selama bertugas di Banjarmasin, berterima kasih kepada Hasnur Sulaiman dan Firmandida yang mengajaknya bergabung, serta kepada seluruh suporter yang ia sebut sangat baik kepadanya. Dan di akhir pesannya, Teco meninggalkan kalimat yang menggantung — tapi penuh harapan.

"Mungkin suatu hari nanti kita akan kembali. Sepak bola, kita tidak pernah tahu apa yang bisa terjadi. 1 tahun bersama Barito adalah waktu yang singkat," tulis Teco.

Kepergian Teco bukan satu-satunya kabar yang harus diterima publik Barito Putera dalam waktu bersamaan. Sejumlah pemain — termasuk beberapa pilar penting tim musim lalu — juga dipastikan tidak akan melanjutkan perjalanan bersama Laskar Antasari.

Dari posisi penjaga gawang, Muhammad Ridho yang selama musim lalu menjadi benteng kokoh di bawah mistar sudah lebih dulu mengumumkan kepergiannya. Kehilangan yang sama dirasakan di lini pertahanan, di mana Fabiano Beltrame — bek senior berpengalaman yang menjadi salah satu sosok paling penting dalam membangun kekokohan lini belakang Barito — juga ikut angkat kaki.

Di lini tengah, nama Hargianto menjadi kepergian yang paling terasa. Gelandang senior itu selama musim lalu kerap menjadi penghubung antarlini yang tidak tergantikan dalam skema permainan Teco.

Sementara dari sektor penyerangan dan pertahanan, Renan Alves yang dikenal sebagai jantung permainan tim dan andalan serangan Barito juga dikabarkan akan meninggalkan klub.

Daftar yang pergi masih panjang. Cornelius Stewart, Roni Sugeng, Bagas Kaffa, Pramoedya, Gian Zola, Natanael Siringo-ringo, Beri Santoso, Novan Sasongko, hingga staf pelatih asing Kleber dos Santos juga tidak akan melanjutkan kontrak bersama Barito Putera.

Kabar demi kabar kepergian itu tentu tidak mudah ditelan oleh para pendukung setia Laskar Antasari. Namun Ketua Bidang Suporter Barito Mania, Aldino Yoga, memilih merespons semua itu dengan kepala yang jernih dan hati yang lapang.

Kepada Teco, ia menitipkan ucapan terima kasih yang tulus. "Terima kasih kepada Coach Teco yang sudah berjuang dengan maksimal untuk memberikan yang terbaik satu musim ini. Satu musim yang penuh dengan harapan besar, walaupun belum rejekinya. Coach Teco sudah memberikan yang terbaik untuk warga Banua. Terima kasih, wan jangan jara," ujar Aldino, Rabu (8/7/2026)

Soal gelombang kepergian pemain, Aldino memandangnya dengan perspektif yang lebih tenang. Baginya, fenomena pemain datang dan pergi adalah hal yang sudah menjadi bagian dari dinamika sepak bola profesional yang tidak perlu disikapi berlebihan.

"Diiringi dengan kabar perpisahan dengan Coach Teco, ada sekitar lima lebih pemain yang pergi. Menurut saya fenomena ini sudah biasa — pemain datang dan pergi. Namun yang perlu kita sambut bahagia di balik fenomena ini adalah pemain yang statusnya musim lalu dipinjamkan kini telah kembali. Dan tentu kita harapkan bisa memberikan yang terbaik," kata Aldino.

Ia menutup komentarnya dengan kalimat yang mencerminkan semangat suporter yang tidak pernah goyah apapun yang terjadi di dalam tim.

"Come and go, begitulah istilahnya untuk para pemain. Namun yang tetap stay di sini adalah Bartman — Barito Mania. Keep spirit and never give up Barito Putera," pungkas Aldino.

Musim baru sudah di depan mata. Teco sudah mengucapkan selamat tinggal. Para pemain sudah mulai berpencar. Dan Barito Putera kini berdiri di persimpangan yang sama seperti setiap awal musim — penuh ketidakpastian, tapi juga penuh kemungkinan. Satu hal yang tidak berubah: tribun tetap milik Bartman, dan nyanyian dukungan tidak akan pernah berhenti.

Editor : Arif Subekti
#pelatih kepala PS #Stefano Teco Cugurra #Laskar Antasari #Barito Putera