RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarbaru – Tradisi itu terjaga lagi. Kontingen Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kabupaten Tanah Laut kembali pulang dari Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Catur Kalimantan Selatan 2026 dengan membawa medali — sebuah kebiasaan yang terus dijaga dari tahun ke tahun oleh para pecatur Bumi Tuntung Pandang.
Kejurprov yang berlangsung 25–28 Juni 2026 lalu di SMA Negeri Banua Kalsel, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, kali ini menghasilkan tiga keping medali bagi Tanah Laut — satu emas, satu perak, dan satu perunggu.
Medali emas dipersembahkan oleh M. Sari Budi yang tampil dominan di kategori veteran. Lisa Ariani menyusul dengan medali perak di kategori senior putri. Sementara Akifa Nayla melengkapi koleksi dengan medali perunggu di kategori junior E putri.
Wakil Ketua Percasi Tanah Laut, H. Abdul Gapur, menyampaikan kebanggaannya atas konsistensi yang terus ditunjukkan para pecatur Tanah Laut di setiap event daerah.
"Pecatur Tanah Laut mampu menjaga tradisi perolehan medali di setiap event daerah, termasuk pada pelaksanaan Kejurprov Catur Kalsel kali ini," ujar Abdul Gapur saat diwawancarai, Jumat (3/7/2026)
Tanah Laut menurunkan 16 atlet dalam kejurprov kali ini, mencakup berbagai kelompok usia dan kategori. M. Hafi Firdaus, atlet termuda berusia 8 tahun, tampil di kategori junior F. Enam atlet lainnya bersaing di kategori senior putra, dua atlet di senior putri, dan lima atlet di kelompok veteran. Kontingen juga didampingi langsung oleh jajaran pengurus Percasi Tala, termasuk Ketua H. Mustafa yang sekaligus turun bertanding sebagai atlet, bersama Wakil Ketua H. Abdul Gapur, Wakil Sekretaris Yuhyi Ari Pajar, dan Bendahara Hendra Gunawan.
Kejurprov 2026 memiliki nilai yang lebih strategis dari tahun-tahun sebelumnya. Abdul Gapur menegaskan bahwa ajang ini secara resmi berfungsi sebagai seleksi menuju babak kualifikasi Pekan Olahraga Nasional atau Pra-PON — menjadikan setiap papan catur yang dimainkan punya taruhan yang jauh lebih besar dari sekadar medali provinsi.
"Semoga ada pecatur Tala yang nantinya dipercaya memperkuat kontingen Kalimantan Selatan pada Pra-PON," harapnya.
Hasil yang diraih pun kini menjadi bahan evaluasi serius bagi Percasi Tanah Laut. Bukan untuk merayakan pencapaian semata, melainkan untuk memetakan secara lebih tajam di mana letak kekuatan dan kekurangan yang masih harus dibenahi sebelum menghadapi seleksi yang lebih kompetitif.
Di luar agenda Pra-PON, Abdul Gapur menyoroti pentingnya memastikan roda regenerasi atlet catur Tanah Laut terus berputar. Kehadiran Akifa Nayla yang masih berada di kategori junior E menjadi sinyal positif bahwa ada lapisan muda yang sedang dipersiapkan untuk meneruskan tongkat estafet.
"Kami akan terus fokus pada pembinaan usia dini dengan memberikan kesempatan kepada atlet muda mengukur kemampuan melalui berbagai event daerah. Dengan begitu, regenerasi atlet dapat terus berjalan," pungkasnya.
Tiga medali dari Gambut sudah aman di tangan. Tapi bagi Percasi Tanah Laut, perjuangan sesungguhnya belum usai — karena Pra-PON sudah menunggu, dan nama-nama terbaik Tanah Laut sedang bersiap untuk membuktikan diri di level yang lebih tinggi.
Editor : Arif Subekti