Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Perbasi Kalsel Datangi DBL Indonesia di Surabaya, Belajar Bangun Ekosistem Basket yang Lebih Kuat

M Idris Jian Sidik • Kamis, 2 Juli 2026 | 14:33 WIB
Perwakilan Perbasi Kalimantan Selatan bersama tim Radar Banjarmasin saat berkunjung ke kantor DBL Indonesia di Surabaya, Rabu (1/7/2026). Kunjungan ini menjadi langkah konkret Perbasi Kalsel dalam mempelajari cara mengelola kompetisi, membangun program pembinaan berjenjang, dan menjalin kolaborasi strategis dengan DBL Indonesia demi mengangkat basket Kalimantan Selatan ke level yang lebih tinggi. (DBL Indonesia)
Perwakilan Perbasi Kalimantan Selatan bersama tim Radar Banjarmasin saat berkunjung ke kantor DBL Indonesia di Surabaya, Rabu (1/7/2026). Kunjungan ini menjadi langkah konkret Perbasi Kalsel dalam mempelajari cara mengelola kompetisi, membangun program pembinaan berjenjang, dan menjalin kolaborasi strategis dengan DBL Indonesia demi mengangkat basket Kalimantan Selatan ke level yang lebih tinggi. (DBL Indonesia)

 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Surabaya – Ini bukan kunjungan biasa. Rabu (1/7/2026), perwakilan Perbasi Kalimantan Selatan dan Tim Radar Banjarmasin tiba di kantor DBL Indonesia yang berlokasi di Surabaya — membawa bukan sekadar daftar pertanyaan, tetapi juga tekad yang sudah lama dipendamkan untuk membangun basket Kalimantan Selatan menjadi lebih dari yang ada sekarang.

Empat nama mewakili Bumi Lambung Mangkurat dalam kunjungan ini. David Djayadi, Ketua DPD Perbasi Kalimantan Selatan 2022-2026, hadir bersama Arif Rahman Hakim selaku utusan resmi Ketua Umum Perbasi Kalsel terpilih periode 2026-2030, Muhammad Syaripuddin alias Bang Dhin. Odienk Afifudin menjadi perwakilan dari Tim Radar Banjarmasin yang turut dalam rombongan.

Mereka datang dengan beberapa pertanyaan besar yang selama ini mengganjal — bagaimana membangun program pembinaan berjenjang yang benar-benar efektif, bagaimana menyelenggarakan event kompetisi yang konsisten dan semarak, bagaimana mengelola organisasi olahraga secara profesional. Dan semua jawaban itu mereka harapkan bisa ditemukan dari DBL Indonesia — salah satu penyelenggara kompetisi basket pelajar terbesar dan tersistem di Indonesia.

Agenda kunjungan tidak berhenti pada sesi tanya-jawab semata. Perbasi Kalsel juga membawa proposal kolaborasi konkret yang ingin dijajaki bersama DBL Indonesia — mulai dari membangun ekosistem akademi basket yang tepat dan terstruktur, hingga kerja sama dalam hal pembinaan pelatih dan perangkat pertandingan.

General Manager DBL Indonesia, Yondang Tubangkit, menyambut kedatangan rombongan Perbasi Kalsel dengan tangan terbuka. Ia bahkan langsung menawarkan langkah pertama yang bisa dilakukan.

"Mungkin untuk musim mendatang, teman-teman dari Perbasi Kalimantan Selatan bisa ambil bagian untuk menjadi kru lokal sambil belajar bagaimana cara menjalankan sebuah event," ungkap Yondang.

Tawaran itu bukan tawaran kecil. Bergabung sebagai kru lokal DBL berarti belajar langsung dari dalam — menyaksikan dan merasakan sendiri standar penyelenggaraan event kompetisi basket yang sudah teruji selama bertahun-tahun.
Jejak DBL di Kalimantan Selatan
Sejatinya, Perbasi Kalsel dan DBL Indonesia bukan dua pihak yang asing satu sama lain. Hubungan keduanya sudah terjalin cukup panjang, bahkan sebelum kunjungan resmi ini terjadi.

Di bidang akademi, DBL Academy pernah menggelar program exclusive training di Banjarbaru pada Mei 2025, bekerja sama dengan klub Spartans Banjarbaru. Program itu bukan sekadar berbagi teknik bermain, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kehidupan kepada para peserta — sebuah pendekatan holistik yang membedakan DBL dari kompetisi basket biasa.

Dan di ajang DBL Camp — program bergengsi yang menempa para pelajar-atlet terbaik Indonesia — nama Kalimantan Selatan selalu hadir. Rendy Arafat menembus Top 24 Campers di edisi 2024. Danu Satria, pelajar SMA Don Bosco Banjarmasin, mengikuti jejak serupa di tahun 2025. Dan di musim 2026, Muhammad Erwin dari SMA Don Bosco Banjarmasin bahkan berhasil menembus tahapan akhir sebelum pemilihan DBL All-Star lewat jalur wild card.

Tiga nama dalam tiga tahun berturut-turut. Bukan kebetulan — ini adalah bukti bahwa bakat basket pelajar Kalimantan Selatan nyata dan terus berkembang.
David Djayadi mengakui peran besar DBL dalam mengangkat atmosfer basket pelajar di Kalimantan Selatan selama ini.

"Adanya DBL ini membawa dampak yang bagus untuk perkembangan basket level pelajar di Kalimantan Selatan. Kami salut dengan atmosfer DBL yang ada di Kalimantan Selatan," ujar David.

Arif Rahman Hakim, yang hadir mewakili Bang Dhin dalam kunjungan ini, menegaskan bahwa perjalanan ke Surabaya bukan sekadar kunjungan seremonial. Ini adalah bagian dari langkah konkret pertama kepengurusan baru Perbasi Kalsel dalam mewujudkan komitmen yang sudah dicanangkan sejak Musda Juni lalu.

"Kami datang ke DBL bukan untuk formalitas. Ini serius. Bang Dhin dari awal sudah menekankan bahwa Perbasi Kalsel harus belajar dari yang terbaik, dan DBL Indonesia adalah salah satu rujukan terbaik yang bisa kita pelajari dalam hal penyelenggaraan kompetisi dan pembinaan. Pulang dari Surabaya kemarin, kami ingin membawa cetak biru yang lebih jelas untuk membangun ekosistem basket Kalimantan Selatan yang lebih kuat dan berkelanjutan," ujar Arif, Kamis (2/7/2026).

Ia menambahkan bahwa kolaborasi dengan DBL Indonesia diharapkan bisa segera ditindaklanjuti dalam bentuk program yang nyata — bukan hanya kesepakatan di atas kertas.

"Harapan kami, kolaborasi ini bisa segera terwujud dalam langkah-langkah konkret yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh atlet dan komunitas basket di Kalimantan Selatan," tegasnya.

Dari kantor DBL Indonesia di Surabaya, Perbasi Kalimantan Selatan pulang dengan modal yang lebih dari sekadar pengetahuan — mereka pulang dengan koneksi, dengan semangat yang diperbarui, dan dengan gambaran yang jauh lebih jelas tentang seperti apa basket Kalimantan Selatan yang ingin mereka bangun.

Editor : Arif Subekti
#dbl indonesia surabaya #perwakilan perbasi kalimantan selatan #belajar mengelola kompetisi