Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Kejurnas Paralayang, Bukit Mamake-Bapake Jadi Episentrum Baru Olahraga Dirgantara Nasional, Ini Daftar Pemenangnya 

Jumain Radar Banjarmasin • Kamis, 25 Juni 2026 | 15:58 WIB
KEREN: Saat atlet paralayang terbang di langit Sarang Tiung Kotabaru.
Foto: Disparpora Kotabaru. 
KEREN: atlet paralayang terbang di langit Sarang Tiung Kotabaru. Foto: Disparpora Kotabaru. 

 

RADARBANJARMASIN – Kabupaten Kotabaru benar-benar menancapkan taringnya di peta olahraga udara tanah air. 

Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Gantole dan Paralayang yang digelar di kawasan Bukit Mamake Hills dan Bukit Bapake resmi ditutup oleh Wakil Bupati Kotabaru, Syairi Mukhlis, Rabu (24/6) sore. 

Berbagai pihak sepakat, venue milik Bumi Saijaan ini adalah salah satu yang terbaik di Indonesia.

Bukan tanpa alasan, keunggulan lokasi ini terletak pada kombinasi lanskap alamnya yang komplit. Para atlet disuguhi perpaduan perbukitan hijau dan panorama laut biru yang memukau. 

Ditambah lagi, area lepas landas (take-off) dinilai sangat ideal, serta kawasan pendaratan (landing area) yang luas dan aman bagi para penerbang. Tak heran, ajang ini sukses menyedot perhatian hampir 50 atlet dari 11 provinsi.

Pengakuan atas kualitas venue ini diperkuat oleh Ketua Komite Gantole Indonesia, Abdul Musthofa.

Ia memberikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap fasilitas olahraga udara di Kotabaru yang dinilai sangat lengkap, mulai dari paralayang, gantole, hingga paramotor.

Bahkan, Musthofa menyebut lokasi ini punya modal kuat untuk melangkah lebih jauh ke level global.

"Karakteristik alamnya sangat mendukung. Lokasi ini berpotensi besar untuk menjadi tuan rumah kejuaraan internasional maupun tingkat dunia. Keindahan lanskap yang memadukan pegunungan dan laut menjadi nilai tambah yang sulit ditemukan di lokasi lain di Indonesia," tegas Musthofa.

Selain menjadi arena kompetisi, Bukit Mamake dan Bapake kini menjelma sebagai destinasi sport tourism unggulan. 

Kawasan ini diyakini mampu menjadi magnet bagi wisatawan dan komunitas dirgantara, baik domestik maupun mancanegara.

Wakil Bupati Kotabaru, Syairi Mukhlis, dalam sambutannya menekankan bahwa kejurnas ini bukan sekadar ajang berburu medali. 

Lebih dari itu, event ini menjadi sarana mempererat persaudaraan sekaligus mengenalkan potensi wisata alam Kotabaru ke mata dunia.

"Apresiasi setinggi-tingginya kami berikan kepada Federasi Aero Sport Indonesia (FASI), panitia pelaksana, sponsor, relawan, dan aparat keamanan yang telah bekerja keras mensukseskan acara ini," ujar Syairi.

Menariknya, momentum ini langsung disambung dengan gelaran berkelas internasional. Kepada para peserta International Paragliding Accuracy Championship Series 2 tahun 2026, Syairi mengucapkan selamat menyelesaikan pertandingan.

"Junjung tinggi sportivitas dan keselamatan. Semoga event ini memperkuat posisi Indonesia, khususnya Kabupaten Kotabaru, sebagai destinasi olahraga dirgantara yang diperhitungkan di kancah internasional," tambahnya.

Penutupan acara semakin prestisius dengan kehadiran Kepala Pusat Teritorial TNI AU, Marsma TNI Ignatius Wahyu Anggoro. 

Dalam kesempatan tersebut, beliau menyerahkan secara resmi Sertifikat Venue serta menyematkan Brevet Kehormatan Paralayang.

Acara puncaknya ditutup dengan penyerahan hadiah kepada para jawara Seri 1 Ketepatan Mendarat (KTM) Gantole:

Kelas High Performance Individu A, Juara 1 Sulis Widodo (Jawa Tengah), Juara 2 Ayat Supriatna (Jawa Barat), Juara 3 Roki Rogala (Kalimantan Selatan), 

Kelas Intermediate Individu B, Juara 1 Supardi (Jawa Tengah), Juara 2 Irvan Ompusunggu (Sumatera Utara), Juara 3 Yuana Putri Ramadhani (NTB), Kelas 

High Performance Beregu A, Juara 1 Jawa Tengah, Juara 2 Sumatera Barat, Juara 3 Jawa Barat.

Editor : Arif Subekti
#kejuaraan paralayang #kotabaru kukuhkan sebagai #dirgantara nasional #tuan rumah