RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Batulicin – Ketua Perbasi Kalimantan Selatan, Muhammad Syaripuddin yang akrab disapa Bang Dhin memantau pemain muda basket di Tanah Bumbu.
Ia datang untuk melihat langsung, dari dekat, bagaimana proses pembinaan pemain muda basket berjalan di salah satu daerah yang selama ini konsisten mencetak talenta-talenta potensial bagi Banua.
"Kalau ingin basket Kalsel maju, fondasinya harus dibangun dari sekarang. Anak-anak ini adalah calon atlet yang akan membawa nama daerah di masa depan," kata Bang Dhin saat diwawancarai, Selasa (23/6/2026).
Sepanjang sesi latihan berlangsung, Bang Dhin tidak hanya menjadi penonton. Ia ikut berinteraksi langsung dengan anak-anak, melontarkan pertanyaan ringan namun penuh makna yang membuat suasana latihan semakin hidup.
"Kalian ini, kira-kira latihan basket handaknya kemana? Anda kemana?" tanya Bang Dhin kepada salah satu pemain muda, yang dengan penuh percaya diri menjawab, "Amerika!"
Jawaban spontan itu mengundang senyum, sekaligus menjadi pengingat bahwa di balik mimpi besar yang terdengar jauh dari kenyataan, ada semangat murni yang justru menjadi bahan bakar terbaik bagi seorang atlet muda untuk terus berkembang.
Dari momen sederhana itu, Bang Dhin kemudian menyampaikan pesan yang lebih serius dan terarah — tentang apa yang sebenarnya dibutuhkan untuk benar-benar bisa mendekati mimpi-mimpi besar tersebut.
"Saat ini, untuk menuju ke DBL ke depan, pasti harus fokus latihan, disiplin, manut dengan pelatih. Apa yang diberikan pelatih, arahan pelatih, harus kita ikuti," tegas Bang Dhin di hadapan anak-anak yang mendengarkan dengan antusias.
Pesan itu sederhana, tapi sarat makna. Bagi Bang Dhin, jalan menuju ajang bergengsi seperti Development Basketball League (DBL), kompetisi basket pelajar yang menjadi panggung impian banyak anak muda Indonesia — tidak bisa ditempuh dengan jalan pintas.
Fokus, disiplin, dan kepatuhan terhadap arahan pelatih adalah fondasi yang harus dibangun sejak usia dini.
Di luar interaksinya dengan para pemain muda, Bang Dhin juga menyampaikan apresiasi yang tulus kepada klub-klub basket di Tanah Bumbu yang selama ini secara konsisten menjalankan program pembinaan usia dini untuk kelompok umur 10 hingga 15 tahun.
Bagi Bang Dhin, konsistensi semacam ini bukan hal yang mudah dilakukan. Pembinaan usia dini membutuhkan kesabaran, komitmen jangka panjang, dan dedikasi dari para pelatih serta pengurus klub — sebuah proses yang hasilnya tidak bisa dilihat dalam waktu singkat, tapi akan sangat menentukan kualitas basket Kalimantan Selatan di masa depan.
Kehadiran langsung Bang Dhin di Tanah Bumbu sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa kepemimpinannya di Perbasi Kalsel tidak ingin berhenti pada kebijakan di atas meja.
Sebagai Ketua Umum yang baru terpilih secara aklamasi dalam Musda Perbasi Kalsel 2026-2030, ia ingin memastikan bahwa visi pembinaan usia dini yang ia gaungkan benar-benar terimplementasi hingga ke lapangan-lapangan kecil di daerah, bukan sekadar wacana dalam program kerja.
Tanah Bumbu sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu daerah yang memiliki ekosistem pembinaan basket usia muda yang cukup hidup di Kalimantan Selatan. Klub-klub lokal di sana secara mandiri terus menjaring dan membina anak-anak usia sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama — sebuah fondasi yang sejalan dengan visi besar Perbasi Kalsel untuk menciptakan basis data atlet yang kuat dari seluruh kabupaten dan kota.
Dengan kunjungan semacam ini, Bang Dhin berharap semakin banyak klub di daerah lain yang terinspirasi untuk menjaga konsistensi pembinaan usia dini. Karena baginya, mimpi besar seperti tampil di DBL atau bahkan level yang lebih tinggi tidak akan pernah terwujud tanpa fondasi yang dibangun sejak anak-anak masih belajar memantulkan bola pertama kalinya.
Dari lapangan basket sederhana di Tanah Bumbu, benih-benih mimpi sedang ditanam. Dan dengan kehadiran langsung pemimpin tertinggi basket Kalimantan Selatan, anak-anak itu kini tahu — mimpi mereka, sejauh Amerika sekalipun, didengar dan didukung.
Editor : Sutrisno