RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, RANTAU – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dunia olahraga Kabupaten Tapin. Dua atlet muda IBCA MMA Tapin, Muhammad Mahli dan Muhammad Alvin, dipastikan akan tampil pada ajang Youth and Junior World Championship yang dijadwalkan berlangsung di Bali pada November 2026.
Keberhasilan tersebut menjadi catatan bersejarah, bukan hanya bagi Tapin, tetapi juga Kalimantan Selatan. Untuk pertama kalinya, atlet muda MMA asal daerah mampu menembus panggung kejuaraan dunia.
Pelatih IBCA MMA Tapin, Muhammad Fuad, mengaku bangga dan terharu atas pencapaian anak didiknya yang berhasil melangkah ke level internasional.
“Ini bukan hanya kebanggaan untuk Mahli dan Alvin, tetapi juga keluarga besar MMA Tapin, Tim Meriam Banjar, serta masyarakat Kalimantan Selatan. Semua kerja keras, pengorbanan, dan perjuangan akhirnya membuahkan hasil,” ujarnya, Selasa (23/6/2026).
Menurut Fuad, hasil evaluasi dari berbagai ajang sebelumnya menunjukkan performa kedua atlet sangat menjanjikan dan layak mendapatkan kesempatan bersaing di tingkat dunia.
Ia menilai keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa atlet daerah memiliki peluang yang sama untuk bersaing dengan atlet dari pusat-pusat pembinaan olahraga nasional.
“Ini membuktikan bahwa atlet dari daerah juga mampu menembus kompetisi dunia dengan standar yang sama. Ini adalah sejarah baru bagi Tapin dan Kalimantan Selatan,” katanya.
Menghadapi kejuaraan dunia, tim pelatih kini memfokuskan program latihan pada tiga aspek utama, yakni fisik, teknik, dan mental.
Pada aspek fisik, Mahli dan Alvin menjalani peningkatan daya tahan aerob dan anaerob, kekuatan inti tubuh, kecepatan, hingga kemampuan pemulihan yang cepat selama pertandingan.
Sementara dari sisi teknik, keduanya terus diasah dalam berbagai kombinasi serangan dan pertahanan, transisi dari pertarungan berdiri ke ground fighting, hingga pengembangan variasi teknik sesuai standar internasional IBCA dan IMMAF.
Tak kalah penting, pembinaan mental juga menjadi perhatian khusus. Program latihan kini mencakup penguatan fokus, pengendalian emosi saat bertanding, peningkatan kepercayaan diri, serta kemampuan bangkit ketika berada dalam tekanan.
“Pendekatan psikologi olahraga mulai kami terapkan agar atlet siap menghadapi tekanan kompetisi internasional yang jauh lebih berat,” jelas Fuad.
Ia menilai Mahli dan Alvin memiliki sejumlah keunggulan yang menjadi modal penting untuk bersaing di level dunia. Selain memiliki dasar teknik yang kuat sejak usia dini, keduanya juga dikenal disiplin dalam menjalani latihan, menjaga pola makan, dan mengatur waktu istirahat.
“Kecepatan, refleks, mental bertanding, dan kedisiplinan mereka menjadi kekuatan utama. Itu modal yang sangat penting di kejuaraan dunia,” ujarnya.
Meski demikian, Fuad mengingatkan bahwa persiapan menuju kejuaraan dunia membutuhkan dukungan besar, terutama dari sisi anggaran.
Menurutnya, program pemusatan latihan, peningkatan kualitas sparring partner, hingga uji tanding internasional akan sangat bergantung pada dukungan pemerintah daerah, pemerintah provinsi, serta KONI.
“Dukungan anggaran menjadi faktor penting. Tanpa itu, persiapan tentu akan terbatas, terutama untuk pemusatan latihan dan uji tanding dengan atlet luar,” tegasnya.
Fuad berharap keberhasilan Mahli dan Alvin dapat menjadi pemicu lahirnya lebih banyak atlet berprestasi dari Tapin di masa depan.
Ia juga berharap pemerintah terus memperkuat pembinaan olahraga melalui pembangunan fasilitas latihan permanen, program beasiswa atlet, serta pembinaan berkelanjutan bagi atlet usia muda.
“Ini harus menjadi awal. Kami ingin MMA Tapin menjadi jalur lahirnya atlet-atlet dunia dari daerah. Semoga ke depan semakin banyak atlet Tapin yang mampu tampil dan berprestasi di level internasional,” pungkasnya.
Editor : Eddy Hardiyanto