Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Modal Terbatas, Hasil Membanggakan: Dua Perenang Muda Kalsel Sabet Medali di Open Water Bali

M Idris Jian Sidik • Minggu, 21 Juni 2026 | 13:41 WIB
MEDALI: Dua perenang muda Kalimantan Selatan berhasil meraih medali perak dan perunggu pada nomor 500 meter dalam ajang A-Stream Open Water Swimming 2026 di Jimbaran, Bali.(M Idris Jian Sidik)
MEDALI: Dua perenang muda Kalimantan Selatan berhasil meraih medali perak dan perunggu pada nomor 500 meter dalam ajang A-Stream Open Water Swimming 2026 di Jimbaran, Bali.(M Idris Jian Sidik)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin – Air laut Jimbaran, Bali, menjadi saksi perjuangan dua perenang muda Kalimantan Selatan yang berhasil membawa pulang medali dari ajang A-Stream Open Water Swimming 2026.

Di tengah keterbatasan fasilitas latihan perairan terbuka yang selama ini menjadi tantangan, kedua atlet ini membuktikan bahwa kerja keras tetap mampu berbicara di atas air.

Dasha Sakinah Ayu dari Swimming Club tampil gemilang di nomor 500 meter kelompok umur 17-19 tahun. Dengan catatan waktu 7 menit 36,6 detik, ia berhasil mengamankan medali perak. 

Sementara itu, dari Kabupaten Tanah Laut, Lenafika Delvania Daisiria turut menyumbangkan kebanggaan untuk Kalimantan Selatan. Tampil di nomor 500 meter kelompok umur 11-13 tahun, ia finis dengan catatan waktu 7 menit 10,3 detik dan berhasil membawa pulang medali perunggu.

Pelatih renang Kalimantan Selatan, Djuhriannor, mengungkapkan bahwa hasil yang diraih kedua atletnya ini sesungguhnya datang di tengah keterbatasan yang cukup signifikan.

Selama ini, proses latihan para perenang Kalsel masih sangat didominasi oleh sesi di kolam renang — sementara karakter open water swimming menuntut kemampuan beradaptasi dengan kondisi alam yang jauh lebih kompleks, seperti arus laut atau danau.

"Untuk nomor perairan terbuka, idealnya atlet lebih sering berlatih di laut atau danau. Saat ini latihan masih dominan di kolam renang, sehingga ke depan porsi latihan di alam terbuka perlu ditingkatkan," ujar Djuhriannor, Minggu (21/6/2026).

Meski menghadapi keterbatasan tersebut, ia menilai capaian Dasha dan Lenafika justru menjadi bukti nyata bahwa potensi perenang Kalimantan Selatan di nomor open water swimming sangat besar — bahkan dengan persiapan yang belum ideal sekalipun.

Djuhriannor optimistis prestasi ini bisa menjadi pijakan untuk perkembangan yang lebih baik di kejuaraan-kejuaraan berikutnya. Dengan pengalaman bertanding yang terus bertambah dan pembinaan yang semakin terarah, ia yakin performa atlet open water swimming Kalsel akan terus meningkat dari waktu ke waktu.

Lebih dari sekadar ajang uji kemampuan, kompetisi seperti A-Stream Open Water Swimming 2026 ini juga membuka jalan bagi proses pencarian bibit-bibit atlet baru yang berpotensi memperkuat tim Kalimantan Selatan di masa mendatang.

"Ini menjadi modal yang baik untuk pengembangan atlet open water swimming. Kami berharap tahun depan jumlah atlet yang berprestasi bisa lebih banyak lagi," pungkas Djuhriannor.

Dari Jimbaran, dua nama muda telah menitipkan harapan besar bagi masa depan renang perairan terbuka Kalimantan Selatan — dan dengan pembinaan yang lebih terarah, bukan tidak mungkin nama-nama baru akan segera menyusul jejak mereka.

Editor : Sutrisno
#Renang #Kalsel