Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Ratusan Atlet Esports Bertarung Main Mobile Legend dan Free Fire di Duta Mall Banjarmasin, Dipantau Langsung Juara Dunia 2025 dari Kendari

M Idris Jian Sidik • Sabtu, 20 Juni 2026 | 19:18 WIB
AJANG GAMERS: Ratusan atlet esport bersaing main Mobile Legend dan Free Fire di Auditorium Duta Mall Banjarmasin, Sabtu (20/6/2026).(Foto:M Idris Jian Sidik/Radar Banjarmasin)
AJANG GAMERS: Ratusan atlet esport bersaing main Mobile Legend dan Free Fire di Auditorium Duta Mall Banjarmasin, Sabtu (20/6/2026).(Foto:M Idris Jian Sidik/Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN – Persaingan ketat mewarnai arena esports Auditorium Duta Mall Banjarmasin, Sabtu (20/6/2026). Hampir 500 atlet esports dari kalangan pelajar dan umum bersaing memperebutkan gelar juara di dua nomor populer, yakni Mobile Legends: Bang Bang dan Free Fire.

Sekretaris Esports Indonesia (ESI) Kalsel, Handoko Tri Hatmojo memantau jalannya kompetisi, menilai turnamen ini menjadi kebutuhan mendasar bagi komunitas esports daerah yang selama ini jarang merasakan atmosfer kompetisi berskala nasional.

"Harapan kami kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut. Anak-anak komunitas esports di daerah juga ingin merasakan kompetisi yang lebih besar. Ini menjadi sarana untuk menyalurkan sekaligus mengembangkan bakat atlet-atlet esports Kalimantan Selatan," ujar Handoko.

Ia juga menegaskan tingginya partisipasi peserta menjadi bukti nyata besarnya minat masyarakat terhadap turnamen esports kompetitif di Kalsel. "Jumlah peserta mencapai hampir 500 orang yang terbagi dalam empat kategori. Ini menunjukkan minat masyarakat terhadap esports sangat besar, baik dari kalangan pelajar maupun umum," tambahnya.

Yang membuat kompetisi kali ini terasa berbeda adalah kehadiran sosok yang sudah membuktikan diri di level dunia. Muhammad "AbaaaX" Mustafa, pemain profesional Free Fire asal Kendari hadir langsung memantau pertandingan.

AbaaaX bukan nama sembarangan. Ia dikenal sebagai salah satu rusher paling mematikan di kancah Free Fire global dan baru saja membawa timnya menjuarai Free Fire Esports World Cup (EWC) 2025 di Riyadh, Arab Saudi.

Pengalaman bertanding AbaaaX di level internasional sudah tidak terbantahkan. Ia menyebut ajang ini sebagai pencapaian tertinggi yang pernah ia raih bersama timnya, dan kini bersiap kembali tampil di EWC 2026 di Paris, Perancis

"Bulan depan tanggal 12 nanti berangkatnya (ke EWC 2026, red)," ujar AbaaaX.

Kehadirannya di Banjarmasin bukan sekadar formalitas. AbaaaX secara aktif mengamati permainan para peserta muda yang bertanding. Sebuah proses pencarian bakat yang ia lakukan dengan serius, bukan basa-basi semata.

"Kalau di Banjarmasin khusus ini, nanti kita bakal lihat sih, karena belum mulai kan, nanti saya bakal lihat-lihat juga. Tapi katanya, saya melihat DM tadi ada satu orang namanya Flish, ada potensi katanya, dia jago mainnya, nanti saya bakal lihat," ungkapnya.

Sebagai pemain yang sudah merasakan tekanan kompetisi di level dunia, AbaaaX bisa langsung merasakan intensitas semangat bertanding dari peserta muda Banjarmasin.

"Kalau saya melihat sendiri di Banjarmasin ini, apalagi anak-anak yang tadi saya sapa-sapa itu, mereka sangat antusias banget mengikuti turnamen ini. Mereka pasti cita-citanya hampir sama kayak saya, pengen jadi pro player juga," ujarnya.

Sebagai bentuk apresiasi atas semangat kompetitif para peserta, AbaaaX juga dijadwalkan turun langsung dalam sesi fun match bersama anak-anak muda Banjarmasin — kesempatan langka bagi para peserta untuk merasakan langsung bertanding melawan juara dunia.

"Nanti ada fun match, kita main sama anak-anak Banjarmasin yang lainnya juga," katanya.

AbaaaX menutup dengan harapan yang tulus — bahwa dari kompetisi seperti inilah, talenta-talenta muda Kalimantan Selatan bisa menapaki jenjang yang sama dengannya, bahkan menembus level kompetisi profesional tertinggi di Indonesia.

"Semoga ada anak-anak Banjarmasin juga nanti bisa jadi pro player, khususnya masuk EVOS," pungkasnya.

Penanggung Jawab Event, Muhammad Mutaqin menegaskan di balik label kompetisi, misi utama turnamen ini adalah pencarian bibit-bibit unggul esports dari daerah yang berpotensi berkembang menjadi atlet profesional.

"Kami menggandeng komunitas, pelajar, mahasiswa, dan anak muda untuk ikut berpartisipasi. Tujuannya mencari talenta-talenta terbaik yang nantinya bisa berkembang menjadi atlet esports profesional," ujarnya.

Ia juga menyoroti dukungan infrastruktur jaringan yang membuat turnamen berjalan lancar tanpa gangguan teknis, memastikan setiap pertandingan berlangsung kompetitif dan adil bagi seluruh peserta.

"Harapan kami event ini berjalan sukses dan mampu menemukan talenta-talenta esports terbaik dari Banjarmasin dan Kalimantan Selatan. Melihat antusiasme yang sangat tinggi, kami berharap kegiatan ini dapat kembali digelar pada tahun-tahun berikutnya," pungkas Mutaqin.

Persaingan ketat hampir 500 atlet esports Banjarmasin tidak hanya melahirkan juara hari itu, tetapi juga membuka jalan bagi mimpi-mimpi besar yang baru saja mendapat validasi langsung dari seorang juara dunia.

Editor : Fauzan Ridhani
#duta mall banjarmasin #atlet ESports #Free Fire #mobile legend #juara dunia