Terpilih Jadi Kepala Perbasi Kalsel, Bang Dhin Siap Bangun Ekosistem Basket Banua dari Akar
M Idris Jian Sidik• Minggu, 14 Juni 2026 | 12:59 WIB
TERPILIH: Muhammad Syaripuddin alias Bang Dhin resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Perbasi Kalimantan Selatan periode 2026-2030. (M Idris Jian Sidik)RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarbaru – Babak baru kepemimpinan basket Kalimantan Selatan resmi dimulai.
Muhammad Syaripuddin terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kalsel periode 2026-2030 dalam Musyawarah Daerah yang berlangsung di Banjarbaru, Sabtu (13/6/2026) malam.
Tidak ada persaingan. Tidak ada pemungutan suara. Seluruh peserta forum sepakat dengan satu nama. Pria akrab disapa Bang Dhin itu pun menerima amanah dengan tanggung jawab yang tidak ringan.
Begitu terpilih, Bang Dhin tidak membuang waktu untuk berbicara tentang mimpi-mimpi besar. Ia memilih memulai dari yang paling mendasar, yakni penataan internal dan pembuatan data yang akurat sebagai fondasi dari segalanya.
"Setelah kepengurusan terbentuk, kami akan memetakan seluruh potensi yang ada, baik atlet maupun fasilitas olahraga. Dengan data yang lengkap, program pembinaan bisa lebih tepat sasaran," ujarnya.
Salah satu agenda paling konkret yang langsung disiapkan Bang Dhin adalah pendataan menyeluruh terhadap ekosistem basket Kalimantan Selatan. Mulai dari atlet, pelatih, wasit, hingga kondisi sarana dan prasarana di setiap kabupaten dan kota.
Langkah ini akan diwujudkan dalam bentuk sistem database terintegrasi yang memuat seluruh informasi tersebut secara terstruktur. Bukan sekadar arsip, melainkan instrumen pengambilan kebijakan yang hidup dan terus diperbarui.
"Basis data tersebut nantinya menjadi acuan dalam pengambilan kebijakan dan pengembangan prestasi," tegasnya.
Sebelum database terbentuk, penataan struktur kepengurusan juga menjadi agenda mendesak yang harus dirampungkan — termasuk menunggu pelantikan resmi dari PB Perbasi agar seluruh program kerja bisa berjalan dengan legitimasi yang kuat.
Bang Dhin menempatkan pembinaan usia dini sebagai pilar utama visinya selama empat tahun ke depan. Ia memahami bahwa ini bukan investasi yang hasilnya bisa dinikmati dalam satu atau dua musim — tapi ia juga yakin bahwa tanpa fondasi ini, prestasi basket Kalsel tidak akan pernah kokoh.
"Meski hasilnya tidak dapat dirasakan dalam waktu singkat, saya optimistis program pembinaan berkelanjutan akan mulai menunjukkan hasil dalam beberapa tahun ke depan dengan munculnya atlet-atlet potensial dari berbagai daerah," ungkapnya.
Untuk mendukung hal ini, Bang Dhin mendorong pemerintah kabupaten dan kota agar memberikan lebih banyak ruang bagi atlet lokal untuk tampil di berbagai kejuaraan dan ajang multi-event daerah. Jam terbang adalah investasi yang tidak bisa digantikan oleh latihan semata.
Salah satu pemikiran paling segar yang dibawa Bang Dhin adalah komitmen untuk tidak sepenuhnya bergantung pada anggaran pemerintah. Terutama menjelang babak kualifikasi PON yang membutuhkan dana tidak sedikit.
Perbasi Kalsel di bawah kepemimpinannya akan aktif menjajaki kemitraan dengan dunia usaha melalui sponsorship dan program CSR perusahaan.
Lebih jauh lagi, Bang Dhin sudah menyiapkan konsep pengembangan basket berbasis industri olahraga, sebuah gagasan yang diarahkan untuk menciptakan ekosistem basket yang benar-benar mandiri dan berkelanjutan.
"Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk para tokoh basket yang berpengalaman di tingkat nasional dan internasional, Perbasi Kalsel berharap mampu membangun prestasi sekaligus menghadirkan masa depan olahraga basket yang lebih kuat di Banua," pungkas Bang Dhin.
Dengan data yang kuat, pembinaan yang berkelanjutan, dan ekosistem yang mandiri — Bang Dhin datang bukan hanya dengan janji, tetapi dengan peta jalan. Kini tinggal bagaimana ia berjalan di atasnya, dan apakah basket Kalimantan Selatan akan benar-benar berubah wajah dalam empat tahun ke depan.