RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin – Para pegulat senior Kalimantan Selatan segera mengobati dahaga mereka akan kompetisi.
Pengurus Provinsi Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Kalimantan Selatan mempersiapkan keberangkatan atlet-atlet terbaiknya ke Bandung untuk tampil dalam UPI Wrestling Invitation 2026. Sebuah kejuaraan bergengsi yang digelar oleh Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga, Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Universitas Pendidikan Indonesia.
Kejuaraan ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, 19 hingga 21 Juni 2026, bertempat di Hall Gulat Pajajaran, Bandung, Jawa Barat.
Tiga kategori akan dipertandingkan: gaya bebas putra, gaya bebas putri, dan gaya Greco Roman, dengan batasan usia peserta antara 17 hingga 25 tahun.
Ketua PGSI Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman, melalui Sekretaris PGSI Kalsel, Rijal Hamid, menegaskan bahwa keikutsertaan dalam UPI Wrestling Invitation 2026 merupakan bagian dari agenda pembinaan yang terencana. Bukan sekadar ikut-ikutan.
"Kami sedang mempersiapkan atlet-atlet senior Kalimantan Selatan untuk bisa bertanding di UPI Wrestling Invitation 2026. Ini dalam rangka mengevaluasi hasil latihan yang sudah dilaksanakan sekaligus menambah jam terbang bagi atlet itu sendiri, agar ke depan mereka punya pengalaman bertanding dalam menghadapi Pra-PON nantinya," ujar Rijal, Selasa (9/6/2026).
Ia juga menyebut bahwa stok pegulat muda Kalsel di rentang usia 17 hingga 25 tahun cukup menjanjikan. Namun soal siapa saja yang akan diberangkatkan dan gaya apa yang diikuti, semua keputusan diserahkan sepenuhnya kepada para pelatih.
"Potensi atlet-atlet yang diberangkatkan akan kami koordinasikan dengan pelatih. Siapa saja yang akan berangkat dan gaya apa saja yang akan dipertandingkan — kita menunggu keputusan dari para pelatih," jelasnya.
Di balik antusiasme menyambut UPI Wrestling Invitation, ada keprihatinan yang disuarakan oleh Pelatih Gulat Kalsel, Zulhaidir.
Menurutnya, minimnya kejuaraan yang digelar di tingkat nasional selama ini membuat para atlet gulat Kalsel kekurangan jam terbang bertanding — sebuah kondisi yang tidak ideal bagi perkembangan atlet menuju level yang lebih tinggi.
"Selama ini kita haus pertandingan. Pengurus Besar juga belum banyak melaksanakan kejuaraan," ungkap Zulhaidir terus terang.
Ia menyebutkan saat ini terdapat sekitar 15 atlet dalam masa transisi dari kategori junior ke senior yang berada di bawah binaan Pengprov. Mereka adalah generasi yang paling membutuhkan ruang kompetisi untuk berkembang — dan UPI Wrestling Invitation 2026 hadir tepat waktu sebagai jawaban atas kebutuhan tersebut.
"Saat ini atlet yang sedang dalam masa transisi dari junior ke senior di bawah binaan Pengprov ada kurang lebih 15 orang. Mudah-mudahan ke depan kita bisa memberangkatkan lebih banyak atlet untuk mengikuti berbagai kejuaraan," harap Zulhaidir.
Dari Banjarmasin menuju Bandung, para pegulat muda Kalimantan Selatan siap membuktikan diri. Setiap detik di atas matras Pajajaran adalah investasi pengalaman yang kelak akan berbicara di panggung yang lebih besar — termasuk Pra-PON yang sudah menunggu di cakrawala.
Editor : Sutrisno