Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Membanggakan! Atlet Menembak dari Banjarmasin Raih Perak di Panggung Asia Tenggara

M Idris Jian Sidik • Senin, 8 Juni 2026 | 15:26 WIB
MEMBANGGAKAN: Amirullah, atlet menembak muda asal Kota Banjarmasin, berpose usai meraih medali perak beregu kelas 10M Air Rifle Men Junior dalam 48th SEASA Shooting Championship 2026 di Taoyuan, Taipei, 3–13 Juni 2026.
MEMBANGGAKAN: Amirullah, atlet menembak muda asal Kota Banjarmasin, berpose usai meraih medali perak beregu kelas 10M Air Rifle Men Junior dalam 48th SEASA Shooting Championship 2026 di Taoyuan, Taipei, 3–13 Juni 2026.
RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin – Ada yang lebih berat dari senjata yang harus dipegang tegak dan bidikan yang harus tepat sasaran.
Ada perjuangan yang tidak terlihat di papan skor — yang tersimpan dalam kenangan seorang ayah yang menemani anaknya melewati jalan berliku demi sebuah mimpi.
Ketika kabar medali perak itu datang dari Taipei, Abidin — ayah Amirullah — tidak hanya merasakan kebanggaan.
Ia juga merasakan betapa panjang perjalanan yang telah dilalui anaknya untuk sampai di titik ini.
"Panjang lika-liku perjuangan anak saya ini. Sedih dan bahagianya sudah di jalan ini," ujar Abidin dengan nada yang menyimpan banyak cerita saat diwawancara, Senin (8/6/2026).
Amirullah baru saja meraih medali perak beregu di nomor 10M Air Rifle Men Junior dalam 48th SEASA Shooting Championship 2026 yang berlangsung di Taoyuan, Taipei, 3–13 Juni 2026.
Sebuah pencapaian yang luar biasa — terutama mengingat ini adalah debut internasional pertamanya di ajang level Asia Tenggara.
Abidin mengungkapkan, perjuangan anaknya bukan dimulai dari SEASA. Jauh sebelum berangkat ke Taipei, Amirullah sudah mengumpulkan medali dari berbagai ajang: PORDA, POPNAS, Kejurprov.
Semua medali itu tersimpan, menjadi saksi bisu dari proses panjang yang akhirnya berujung pada panggung internasional.
"Popda, POPNAS, Kejurprov, ada semua medalinya," ungkap Abidin.
Dan kini, saat anaknya berdiri di podium kejuaraan Asia Tenggara, semua pengorbanan itu terasa terbayar.
"Bangga sekali. Sudah sampai ke internasional," kata Abidin, kali ini tanpa bisa menyembunyikan rasa haru.
Amirullah tidak sendirian mewakili Kalimantan Selatan di Taipei. Dua atlet muda Banua lainnya turut hadir, M. Ilham Zada Putra Sasmita di nomor 10M Air Pistol dan Yasmin Figlia Achadiat di nomor 10M Air Rifle Women.
Sebelum bertanding, ketiganya menjalani training camp intensif selama tiga bulan di India atas dukungan pengurus dan penasehat Perbakin Provinsi Kalimantan Selatan.
Pelatih menembak Kalsel yang juga bagian dari tim kepelatihan PB Perbakin, Dharmawan, menegaskan bahwa persiapan tiga bulan di India bukan formalitas — itu adalah tempaan nyata sebelum terjun ke level kompetisi yang jauh lebih tinggi.
"Zada dan Amirullah baru perdana mengikuti kejuaraan level Asia Tenggara. Bisa dikatakan pendatang baru. Tapi pengurus dan penasehat Perbakin Kalsel peduli dengan perkembangan atlet-atlet muda, makanya dilibatkan dalam training camp di India," jelas Dharmawan.
Ketua Pengurus Kota Perbakin Banjarmasin, Supriyanto, mengapresiasi hasil yang diraih. Menurutnya, medali perak ini adalah bukti nyata bahwa pembinaan yang dilakukan Pengprov Perbakin Kalsel sudah berada di jalur yang benar.
"Alhamdulillah. Dari Pengprov sudah melaksanakan pembinaan terhadap atlet yang ada potensinya. Hasilnya bagus, sehingga dibawa ke luar negeri," ujar Supriyanto.
Dari sebuah kota di tepi sungai, seorang anak yang empat kali harus berpindah sekolah demi selembar izin bertanding kini berdiri di podium Asia Tenggara dengan medali perak di lehernya.
Kisah Amirullah adalah pengingat bahwa di balik setiap pencapaian atlet muda, selalu ada ayah yang menunggu dengan bangga — dan tidak sedikit yang menunggu dengan air mata.
Editor : Sutrisno
#banjarmasin #Kalsel #menembak