Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Faher, Pembalap Cilik Tapin dari MAB HRVRT ! Siap Tancap Gas di Kejuaraan Nasional Klaten

Rasidi Fadli • Selasa, 2 Juni 2026 | 08:59 WIB
SIAP BALAPAN: Pembalap cilik asal Kabupaten Tapin Ahmad Fachir Ghailan (Faher) yang tergabung dalam tim MAB HRVRT akan mengikuti Cleosa Series Grasstrack dan Motocross Championship 2026 Round 2 di Klaten, Jawa Tengah, 6-7 Juni 2026.
SIAP BALAPAN: Pembalap cilik asal Kabupaten Tapin Ahmad Fachir Ghailan (Faher) yang tergabung dalam tim MAB HRVRT akan mengikuti Cleosa Series Grasstrack dan Motocross Championship 2026 Round 2 di Klaten, Jawa Tengah, 6-7 Juni 2026.

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, RANTAU – Usianya baru 10 tahun. Namun semangat dan keberaniannya sudah membawanya menembus persaingan balap motor tingkat nasional.

Adalah Ahmad Fachir Ghailan, atau yang akrab disapa Faher, pembalap cilik asal Kabupaten Tapin yang kembali mendapat kesempatan mengharumkan nama daerah di ajang nasional. Pada 6-7 Juni 2026 mendatang, Faher akan berlaga di Cleosa Series Grasstrack dan Motocross Championship 2026 Round 2 yang digelar di Sirkuit Rizqy Motorsport, Desa Leses, Kecamatan Manisrenggo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Putra pasangan M Zainul Arifin dan Eka Novia Banjarsari itu akan memperkuat tim MAB HRVRT, tim yang juga diperkuat sejumlah pembalap muda berbakat asal Tapin yang telah berkiprah di berbagai kejuaraan nasional.

Bagi keluarga, kesempatan tampil di ajang tersebut menjadi kebanggaan tersendiri. Pasalnya, ini merupakan kejuaraan nasional kedua yang diikuti Faher sejak menekuni dunia grass track dan motocross.

"Saya sangat bangga dan bersyukur karena tidak semua anak mendapatkan kesempatan tampil di kejuaraan tingkat nasional. Ini menjadi pengalaman berharga untuk menambah jam terbang dan mengukur kemampuan Faher dengan pembalap dari berbagai daerah," ujar sang ibu, Eka Novia Banjarsari, Selasa (2/6/2026).

Perjalanan Faher menuju lintasan nasional terbilang singkat. Ia baru mengenal dunia grass track dan motocross pada pertengahan 2025. Awalnya hanya berawal dari rasa penasaran dan kegemaran terhadap dunia balap motor.

Namun, seiring berjalannya waktu, bakat dan minat Faher semakin terlihat. Dukungan penuh pun diberikan keluarga agar potensinya dapat berkembang secara positif.

Menurut Novia, dunia balap membawa banyak perubahan dalam diri putranya. Anak yang sebelumnya cenderung pendiam dan introvert kini tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri dan berani.

"Faher sebelumnya anak yang cukup introvert. Setelah mengenal dunia balap, dia menjadi lebih percaya diri dan berani. Karena itu kami mendukung selama kegiatannya positif dan terarah," katanya.

Demi meningkatkan kemampuan, Faher bahkan menjalani pendidikan dan latihan di Yogyakarta. Menjelang kejuaraan di Klaten, berbagai persiapan telah dilakukan, mulai dari latihan fisik, latihan teknik di lintasan, menjaga pola makan hingga memastikan kondisi motor siap bertanding.

Di balik perjuangan tersebut, keluarga juga harus menghadapi berbagai tantangan, mulai dari biaya perlengkapan, kebutuhan mengikuti kejuaraan hingga pengaturan waktu latihan dan pendidikan.

"Tantangannya memang ada, tetapi kami tidak ingin mematahkan semangatnya. Selama dia masih memiliki kemauan dan semangat untuk berkembang, kami akan terus mendukung," tegas Novia.

Pada kejuaraan nanti, keluarga tidak memasang target muluk-muluk. Mereka lebih menekankan pentingnya pengalaman, proses belajar dan pembentukan karakter dibanding sekadar mengejar podium.

"Harapan kami Faher bisa tampil maksimal, menjaga sportivitas, dan mendapatkan pengalaman berharga. Kalau bisa meraih prestasi tentu menjadi bonus yang sangat membanggakan," ujarnya.

Bagi Novia, dunia balap bukan hanya soal kecepatan. Olahraga ini juga mengajarkan disiplin, tanggung jawab, keberanian, mental bertanding, serta kemampuan bersosialisasi dengan atlet dari berbagai daerah.

Menjelang turun ke lintasan, pesan yang selalu diberikan kepada Faher pun sederhana.

"Saya selalu berpesan agar tetap fokus, berhati-hati, menjunjung tinggi sportivitas dan berdoa sebelum bertanding. Menang atau kalah itu biasa, yang terpenting memberikan usaha terbaik," katanya.

Keluarga juga berharap pemerintah daerah dan pihak terkait dapat memberikan perhatian lebih terhadap pembinaan atlet-atlet muda grass track dan motocross melalui penyediaan fasilitas latihan serta dukungan bagi atlet berprestasi.

Bagi keluarga, pencapaian terbesar bukan hanya soal trofi atau gelar juara. Kebanggaan sesungguhnya adalah melihat Faher mampu membawa nama Kabupaten Tapin dan bersaing di level nasional di usia yang masih sangat muda.

"Itu menjadi bukti bahwa kerja keras, latihan, dan doa bisa membawa anak menuju prestasi yang membanggakan," tutup Novia.

Editor : Eddy Hardiyanto
#Pembalap Cilik #kejuaraan nasional #Tapin