INKANAS Kalsel Turun Langsung ke Tiga Daerah, Ini yang Dilakukan
M Idris Jian Sidik• Senin, 18 Mei 2026 | 15:36 WIB
KONSOLIDASI: INKANAS Kalimantan Selatan, konsolidasi bersama anggota Majelis Sabuk Hitam di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Minggu (17/5/2026). RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin – Pengurus Daerah INKANAS (Institut Karate-Do Nasional) Kalimantan Selatan memilih turun langsung ke lapangan. Minggu (17/5/2026).
Jajaran pengurus INKANAS Kalsel melaksanakan konsolidasi organisasi ke tiga daerah sekaligus — Kabupaten Barito Kuala, Hulu Sungai Selatan, dan Hulu Sungai Tengah — dalam satu rangkaian agenda bertema "Bersama INKANAS Kita Maju."
Konsolidasi langsung dipimpin Ketua Umum INKANAS Kalsel, Hamzah Noor, didampingi Sekretaris Umum Rahmat Aidi, serta pengurus Murjani dan Linda.
Di Barito Kuala, kegiatan dihadiri anggota Majelis Sabuk Hitam bersama senior Effy. Di Hulu Sungai Selatan hadir anggota MSH bersama senior Andre, dan di Hulu Sungai Tengah bersama senior Riswandi.
Hamzah Noor menegaskan bahwa konsolidasi dengan turun langsung ke cabang-cabang daerah merupakan langkah yang tidak bisa digantikan oleh komunikasi jarak jauh semata. Kehadiran fisik pengurus di tengah anggota dinilai jauh lebih kuat dalam memberikan arahan, motivasi, dan mempererat ikatan organisasi.
"Konsolidasi sangat penting dilakukan dengan turun langsung ke cabang-cabang untuk memberikan pengarahan serta motivasi kepada anggota Majelis Sabuk Hitam," ujar Hamzah, Senin (18/5/2026).
Dua Pilar yang Tidak Bisa Dipisahkan
Dalam setiap pertemuan konsolidasi, Hamzah menyampaikan satu pesan inti yang menjadi fondasi perguruan INKANAS — bahwa organisasi dan prestasi adalah dua hal yang saling menopang dan tidak bisa berdiri sendiri-sendiri.
"Organisasi harus memiliki struktur yang lengkap serta berjalan sesuai tugas dan fungsi masing-masing agar roda organisasi dapat berjalan dengan baik. Sementara prestasi dapat diraih melalui latihan rutin, disiplin, dan peningkatan materi latihan seperti kihon, kata, dan kumite," tegasnya.
Ia menekankan bahwa organisasi yang rapuh tidak akan mampu melahirkan atlet berprestasi — sebaliknya, prestasi tanpa organisasi yang menaunginya tidak akan berkelanjutan. Keduanya harus bergerak beriringan.
Kepada seluruh anggota sabuk hitam yang hadir, Hamzah berpesan agar tetap solid, saling menghormati antar sesama anggota, serta terus meningkatkan kualitas latihan dan kedisiplinan dalam membina para kohai — sebutan untuk karateka yang lebih junior.
Dengan pembinaan yang konsisten dan terstruktur, ia optimistis akan lahir atlet-atlet karate berprestasi dari masing-masing daerah yang mampu bersaing di event regional, nasional, bahkan internasional.
Hamzah juga mengingatkan seluruh cabang INKANAS di Kalsel untuk senantiasa menjalin sinergi dengan induk organisasi karate nasional, FORKI, serta aktif mendukung setiap program kerja FORKI di daerah masing-masing — karena kekuatan karate Kalimantan Selatan hanya akan optimal jika seluruh elemen bergerak dalam satu arah yang sama.