Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Menantang Keseimbangan di Laut Kotabaru ! Dewi Jadi Satu-satunya Instruktur Stand Up Paddle Board Perempuan di Sarang Tiung

Jumain Radar Banjarmasin • Minggu, 17 Mei 2026 | 12:18 WIB
BERMAIN: Dewi saat memainkan Paddle Board di atas laut Sarang Tiung. 
BERMAIN: Dewi saat memainkan Paddle Board di atas laut Sarang Tiung. 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, KOTABARU – Olahraga air Stand Up Paddle Board (SUP) atau papan dayung mulai mencuri perhatian wisatawan di Kabupaten Kotabaru. Tren olahraga yang memadukan unsur selancar dan kayak itu kini menjadi daya tarik baru di kawasan wisata Pantai Sarang Tiung.

Di balik berkembangnya aktivitas tersebut, muncul sosok inspiratif bernama Dewi. Ia menjadi satu-satunya instruktur perempuan yang aktif mendampingi sekaligus mengajarkan olahraga SUP kepada wisatawan di perairan Kotabaru.

Dewi mengaku awalnya tertarik menekuni olahraga ini karena lingkungan pertemanan yang sama-sama gemar bermain paddle board. Dari sana, ia kemudian memilih tampil sebagai pendamping, khususnya bagi wisatawan perempuan yang ingin mencoba sensasi berdiri dan mendayung di atas laut yang tenang.

Kehadirannya ikut memberi warna baru bagi sektor pariwisata di Sarang Tiung. Selain bermain paddle board, wisatawan juga diajak menikmati aktivitas snorkeling di kawasan perairan yang dikenal memiliki terumbu karang indah dan air jernih.

Untuk menikmati pengalaman tersebut, pengunjung cukup membayar Rp150 ribu. Biaya itu sudah termasuk penyewaan alat dan pendampingan langsung dari instruktur.

Dewi memastikan setiap wisatawan terlebih dahulu mendapat arahan dasar, mulai dari cara naik ke papan, menjaga keseimbangan, hingga teknik mendayung secara mandiri.

“Stand Up Paddle Board sebenarnya olahraga yang melatih fisik secara menyeluruh. Kalau sudah mahir, olahraga ini bahkan bisa digunakan untuk menerjang ombak besar,” ujarnya, Minggu (17/5/2026).

Namun untuk wisatawan pemula di Sarang Tiung, aktivitas lebih difokuskan pada latihan keseimbangan tubuh dan menikmati suasana laut yang tenang.

Dalam pelayanan, Dewi juga menerapkan sistem pendampingan berdasarkan gender demi menjaga kenyamanan pengunjung. Wisatawan perempuan didampingi coach perempuan, sedangkan wisatawan laki-laki didampingi pendamping laki-laki.

Selain itu, durasi permainan dibuat fleksibel sehingga pengunjung bisa menikmati aktivitas hingga puas.

Bagi Dewi, olahraga ini bukan hanya sekadar aktivitas fisik, tetapi juga sarana melepas stres dan melatih konsentrasi.

“Kalau cuaca cerah dan air laut jernih, terumbu karang di bawah laut bisa terlihat sangat indah dari atas papan,” katanya.

Dalam operasionalnya, Dewi dibantu komunitas Sahabat Laut. Aktivitas paddle board biasanya ramai saat akhir pekan atau musim liburan, ketika wisatawan luar daerah datang mencari pengalaman baru di Kotabaru.

Dewi menegaskan olahraga ini aman untuk siapa saja, termasuk bagi pengunjung yang baru pertama kali mencoba.

Editor : Eddy Hardiyanto
#Kotabaru #Stand Up Paddle Board #Sarang Tiung