Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Kalsel Hanya Dapat Satu Slot Liga 4 Nasional, Persemar Martapura Jadi Satu-satunya Wakil Banua

M Idris Jian Sidik • Rabu, 13 Mei 2026 | 14:36 WIB
Pertandingan Persemar Martapura saat berlaga di Liga 4 Kalimantan Selatan. Kalsel hanya mendapat satu tiket musim ini untuk bertanding di zona Nasional. (M Idris Jian Sidik)
Pertandingan Persemar Martapura saat berlaga di Liga 4 Kalimantan Selatan. Kalsel hanya mendapat satu tiket musim ini untuk bertanding di zona Nasional. (M Idris Jian Sidik)

 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin – Kalimantan Selatan hanya akan diwakili satu tim di Liga 4 Zona Nasional musim ini. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang selalu mendapat dua slot, kali ini Kalsel harus puas dengan satu tiket saja — dan tiket tersebut menjadi milik Persemar Martapura selaku juara Liga 4 Regional Kalimantan Selatan.

Sekretaris Umum Asprov PSSI Kalimantan Selatan, Baktiansyah, membenarkan hal tersebut. Surat resmi dari PSSI yang baru diterima pihaknya menyatakan secara gamblang bahwa jatah Kalimantan Selatan di Liga 4 Zona Nasional hanya satu slot.

"Kemarin kita dapat surat dari PSSI, walaupun kita pelaporannya sudah sekian bulan, tapi entah mengapa baru kemarin diterima. Di surat tersebut dinyatakan Kalimantan Selatan hanya mendapat satu slot, yaitu Persemar Martapura," ujar Baktiansyah, Rabu (13/5/2026).

Penurunan jumlah slot ini, menurut Baktiansyah, dipicu oleh bertambahnya jumlah provinsi peserta Liga 4 musim ini. Dengan masuknya empat hingga lima provinsi baru dari Papua yang semuanya menggelar kompetisi daerah tahun ini, total peserta nasional meningkat signifikan sehingga jatah per provinsi harus menyesuaikan.

"Kalau tahun-tahun kemarin kita selalu dapat dua. Kali ini mungkin karena ukurannya adalah jumlah peserta — semua provinsi menggelar kompetisi tahun ini, walaupun waktunya di ujung-ujung. Jumlah pertandingan kita sebetulnya cukup bagus, ada 56 pertandingan. Tapi kita hanya dapat satu. Kita terima ini," jelasnya.

Baktiansyah mengungkapkan, manager meeting Liga 4 Zona Nasional dijadwalkan berlangsung pada 18 Mei — meski sempat mengalami pengunduran dari jadwal sebelumnya. Adapun pelaksanaan turnamen dijadwalkan dimulai pada 30 Mei 2026 di Pulau Jawa, dengan beberapa titik lokasi di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Yogyakarta yang diperkenankan mengajukan diri sebagai tuan rumah.

"Drawing tanggal 18, ada permunduran lagi — harusnya hari ini. Di surat yang kita terima, manager meeting tanggal 18, kemudian pelaksanaan tanggal 30. Tempatnya di Pulau Jawa, ada beberapa titik, klub-klub di Jawa diperkenankan untuk mengajukan tuan rumah," ungkapnya.

Dengan keluarnya surat resmi tersebut, pintu Gasib Barabai — runner up Liga 4 Regional Kalsel — untuk tampil di level nasional pun resmi tertutup.

Baktiansyah menitipkan pesan khusus kepada kedua tim. Kepada Persemar Martapura, ia berharap waktu persiapan yang cukup panjang sejak menjadi juara regional bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menampilkan kualitas terbaik sepak bola Kalimantan Selatan di pentas nasional.

"Persemar Martapura tentunya sejak menjadi juara sudah mendapat kepastian lolos — itu keuntungan sang juara. Mereka sudah mempersiapkan diri dengan sebaik mungkin. Kita berharap dengan persiapan yang cukup panjang ini, mereka bisa memperlihatkan kualitas sepak bola Kalimantan Selatan dan melangkah ke jenjang yang lebih tinggi. Apalagi mereka memasang target ingin menggantikan posisi Martapura FC di Liga 2. Kita mendoakan agar keinginan itu bisa terwujud," ujar Baktiansyah.

Sementara kepada Gasib Barabai yang harus menerima kenyataan gagal melaju ke nasional, Baktiansyah tetap memberikan apresiasi yang tulus. Tim dari Kabupaten Hulu Sungai Tengah itu dinilai telah tampil sebagai kuda hitam yang mengejutkan sepanjang kompetisi regional — berhasil menembus babak final dan memberikan perlawanan sengit kepada sang juara.

"Pertama, terima kasih kepada Gasib Barabai yang sudah menunjukkan kualitasnya di kompetisi Provinsi Kalimantan Selatan. Mereka kuda hitam yang bisa masuk final. Kita berharap ini menjadi semangat untuk terus membina sepak bola di daerahnya, khususnya di Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Sehingga di tahun depan mudah-mudahan peserta kita lebih banyak lagi," pungkas Baktiansyah.

Kini semua mata tertuju pada Persemar Martapura. Satu slot, satu harapan — dan satu mimpi besar untuk kembali mengangkat nama Kalimantan Selatan di peta sepak bola nasional.

Editor : Arif Subekti
#Persemar Martapura #Juara Liga #Sepak Bola