Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Loncat Indah Kalsel Bersinar di Kejurnas Akuatik 2026 Jakarta, Raih Sembilan Medali

M Idris Jian Sidik • Selasa, 12 Mei 2026 | 12:32 WIB
BERSAMA: Kontingen loncat indah Kalsel bersama pelatih usai meraih sembilan medali dalam Kejuaraan Nasional Akuatik Loncat Indah 2026 di Stadion Akuatik Senayan, Jakarta.(Akuatik Kalsel) 
BERSAMA: Kontingen loncat indah Kalsel bersama pelatih usai meraih sembilan medali dalam Kejuaraan Nasional Akuatik Loncat Indah 2026 di Stadion Akuatik Senayan, Jakarta.(Akuatik Kalsel) 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Jakarta – Kalimantan Selatan kembali membuktikan taringnya di cabang olahraga loncat indah tingkat nasional.

Dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Akuatik Loncat Indah 2026 yang berlangsung di Stadion Akuatik Senayan, Jakarta, kontingen Kalsel berhasil pulang dengan kepala tegak membawa total sembilan medali. Satu emas, lima perak, dan tiga perunggu.

Delapan atlet yang diberangkatkan — berasal dari dua tim yakni Wasaka dan SPOBDA — tampil di berbagai kategori usia dan nomor pertandingan.

Pelatih loncat indah Kalsel, Eka Purnama Indah, menjelaskan pembagian tugas kedua tim secara terperinci.

"Empat atlet Wasaka turun di kategori usia 16-18 tahun sebanyak satu orang dan kategori open sebanyak tiga orang. Sementara empat atlet SPOBDA tampil di kategori junior usia 14-15 tahun satu orang dan kategori usia 12-13 tahun sebanyak tiga orang," ujarnya, Selasa (12/5/2026).

Sorotan terbesar datang dari tim SPOBDA yang tampil jauh melampaui ekspektasi. Ahmad Farih Ramadhani menjadi pahlawan utama dengan mempersembahkan medali emas di nomor Menara KUC Putra. Satu-satunya emas yang diraih kontingen Kalsel di kejurnas ini.

Penampilan gemilang berlanjut dari Nizam Ahmad yang tampil konsisten dan produktif. Ia berhasil meraih dua medali perak sekaligus, masing-masing di nomor 3 Meter KUB Putra dan 1 Meter KUB Putra. Ditambah satu medali perunggu di nomor Menara KUB Putra.

Mirza Syawali Rizky turut menyumbang satu perak di nomor 3 Meter KUC Putra, sementara Okira Nayaka Lee menutup kontribusi SPOBDA dengan satu perunggu di nomor 1 Meter KUC Putri.

Di kategori usia 16-18 tahun, Muhammad Ilham dari tim Wasaka juga turut andil dengan satu medali perak di nomor 3 Meter KUA Putra.

Eka mengakui bahwa perkembangan atlet-atlet SPOBDA di kejurnas ini sangat menggembirakan, terutama mengingat mereka baru naik level usia dan harus segera beradaptasi dengan persaingan yang lebih berat.

"Performa dan faktor kesulitan atlet SPOBDA meningkat cukup tajam. Mereka baru naik kategori usia sehingga harus menyesuaikan diri dengan persaingan yang lebih berat. Perkembangannya cukup signifikan," ujar Eka.

Di sisi lain, tim Wasaka yang turun di kategori open menghadapi tantangan yang berbeda. Renovasi kolam renang yang berlangsung sebelum kejurnas memaksa jadwal latihan teknik di air terhenti cukup lama — sebuah kendala yang berdampak langsung pada performa di panggung nasional.

"Untuk kategori open, secara kualitas memang ada penurunan karena latihan teknik di air sempat terhambat akibat renovasi kolam. Namun kami tetap bisa memaksimalkan peluang medali di nomor sinkro mixed meskipun persiapan minim," jelas Eka.

Meski dengan persiapan yang tidak ideal, tim Wasaka tetap mampu mempersembahkan hasil. Pasangan Akbar Tawakal Sayyidina Lee dan Siti Kinasih berhasil meraih medali perak di nomor Menara Synchro Mixed.

Siti Kinasih bahkan menambah koleksi dengan satu medali perunggu tambahan di nomor Menara Terbuka Putri.

Dengan total sembilan medali dari delapan atlet yang diberangkatkan, Kejurnas Akuatik 2026 menjadi catatan positif yang ingin terus dikembangkan.

Eka berharap hasil ini menjadi bahan bakar bagi para atletnya untuk tampil lebih baik di ajang-ajang berikutnya — termasuk persiapan menuju level kompetisi yang lebih tinggi.

Jika kendala renovasi kolam tidak terjadi dan persiapan bisa berjalan lebih optimal, Kalsel menyimpan potensi untuk berbicara lebih keras lagi di kejurnas berikutnya.

Editor : Sutrisno
#loncat indah #Kalsel