RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin – Mohammad Husaini kembali dipercaya. Ketua umum petahana National Paralympic Committee (NPC) Kota Banjarmasin itu resmi terpilih lagi untuk memimpin organisasi olahraga disabilitas di Kota Seribu Sungai pada periode 2026–2031.
Keputusan itu lahir dari Musyawarah Kota (Muskot) NPC Banjarmasin yang digelar Sabtu (9/5/2026) siang di Hotel Harper Banjarmasin.
Dalam pemungutan suara yang diikuti empat kandidat, Husaini meraih 61 suara, jauh meninggalkan para pesaingnya.
Sementara Riyanti berada di posisi kedua dengan 27 suara, disusul Maulidah dengan 7 suara dan M. Arsad dengan 2 suara. Dua surat suara dinyatakan rusak.
Kemenangan telak itu menjadi bukti kuatnya kepercayaan anggota terhadap sosok yang selama ini memimpin NPC Banjarmasin.
Namun Husaini tidak terlena dengan euforia kemenangan. Ia justru langsung menyampaikan pengakuan yang jujur — bahwa masih ada sejumlah visi dan misi dari periode sebelumnya yang belum tuntas diwujudkan.
"Kita masih diberi kepercayaan untuk memimpin roda organisasi NPC Kota Banjarmasin lima tahun ke depan. Visi dan misi sebelumnya memang belum terpenuhi 100 persen, dan insya Allah akan kami realisasikan di periode berikutnya," ujar Husaini usai terpilih.
Salah satu komitmen paling tegas yang disampaikan Husaini di awal kepemimpinannya yang baru adalah soal pembenahan internal organisasi.
Ia tidak ingin NPC Banjarmasin diisi oleh pengurus atau anggota yang hanya tercantum namanya di struktur tanpa memberikan kontribusi nyata.
"Saya tidak ingin ada orang yang hanya numpang nama tetapi tidak bisa bekerja. Itu nantinya justru merepotkan organisasi. Ke depan kita akan benar-benar selektif," tegasnya tanpa ragu.
Husaini ingin NPC Banjarmasin bergerak sebagai organisasi yang profesional, tertata, dan efektif — bukan sekadar besar secara struktur namun lemah dalam kinerja.
Di luar pembenahan internal, Husaini juga menyoroti sejumlah cabang olahraga disabilitas yang selama ini belum mendapat perhatian maksimal.
Tenis meja, tenis kursi roda, dan cabang olahraga netra menjadi prioritas yang ingin ia kembangkan lebih serius di periode mendatang.
Ia mengakui bahwa keterbatasan anggaran menjadi salah satu hambatan yang paling sering dirasakan selama periode sebelumnya. Ke depan, pihaknya berkomitmen untuk membagi anggaran secara lebih merata agar seluruh cabang olahraga mendapat perhatian yang setara.
"Yang paling penting ke depan adalah melengkapi seluruh sarana olahraga terlebih dahulu agar atlet-atlet kita bisa lebih maksimal berlatih dan berprestasi," pungkas Husaini.
Dengan mandat baru di tangan, Husaini memulai babak kepemimpinannya yang kedua dengan agenda yang jelas — membenahi dari dalam, melengkapi dari luar, dan memastikan bahwa setiap atlet disabilitas di Kota Banjarmasin mendapat ruang, fasilitas, dan dukungan yang layak untuk berprestasi.
Editor : Sutrisno