RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, MARTAPURA - Bonus bagi atlet peraih medali Porprov Kalsel 2025 asal Kabupaten Banjar hingga kini masih belum cair. Padahal, ajang olahraga tingkat provinsi yang digelar di Kabupaten Tanah Laut itu telah berakhir November 2025. Kondisi ini dikeluhkan para atlet dan pelatih yang sebelumnya sukses menyumbangkan prestasi untuk Kabupaten Banjar.
Pada Porprov 2025, kontingen Kabupaten Banjar berhasil meraih 35 medali emas, 61 perak, dan 118 perunggu.
Menanggapi persoalan itu, Dinas Kebudayaan Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Banjar memastikan bonus tetap akan dibayarkan melalui APBD Perubahan 2026. Plt Kasi Peningkatan Prestasi Olahraga Disbudporapar Kabupaten Banjar, Ivan Fauzi menjelaskan dananya dicantumkan dalam APBD Perubahan karena pelaksanaan Porprov berlangsung di akhir tahun. Itu membuat anggaran bonus tidak memungkinkan dimasukkan dalam APBD murni yang saat itu sudah dibahas. “Penggunaan APBD Perubahan juga bertujuan agar nominal bonus bisa lebih tepat dan menyesuaikan jumlah medali yang diperoleh atlet. Jadi, tidak terjadi kekurangan maupun kelebihan anggaran,” ujarnya.
Saat ini, proses pencairan masih menunggu tahapan verifikasi dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), termasuk Bapperida dan BPKPAD Kabupaten Banjar. Pemkab Banjar menargetkan bonus atlet dapat dicairkan pada September hingga Oktober 2026, atau paling lambat November 2026.
Di tengah proses tersebut, pemerintah daerah juga mengusulkan kenaikan nominal bonus dibanding Porprov sebelumnya. Untuk kategori perorangan, bonus medali emas diusulkan naik dari Rp25 juta menjadi Rp30 juta. Medali perak diusulkan naik dari Rp15 juta menjadi Rp20 juta, sedangkan medali perunggu dari Rp5 juta menjadi Rp10 juta.
Sementara untuk cabang olahraga beregu seperti sepak bola dan olahraga tim lainnya, bonus yang diusulkan yakni Rp15 juta per atlet untuk peraih emas, Rp10 juta bagi peraih perak, dan Rp5 juta untuk perunggu.
Tak hanya atlet, para pelatih juga akan menerima bonus penghargaan dengan besaran yang disesuaikan berdasarkan prestasi atlet binaannya.
Selain bonus, Pemkab Banjar bersama KONI tetap mengalokasikan dana pembinaan rutin bagi atlet dan pelatih untuk mendukung persiapan menghadapi berbagai kejuaraan.
Pemerintah daerah juga mulai mempertimbangkan bentuk apresiasi jangka panjang lainnya, seperti pemberian beasiswa bagi atlet berprestasi. “Ke depan tidak hanya bonus uang tunai, tetapi ada opsi dukungan lain seperti beasiswa agar pembinaan atlet bisa lebih berkelanjutan,” kata Ivan.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief