Pemuda Kalsel Didorong Jadi Agen Nyata Pengelolaan Sampah, Bukan Sekadar Seremonial

M Idris Jian Sidik • Dipublikasikan Jumat, 8 Mei 2026 | 12:18 WIB
Kepala Dispora Kalsel, Pebriadin Hapiz, bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kalsel, Rahmat Prapto Udoyo, dan jajaran dalam pertemuan kolaborasi pengelolaan sampah berbasis organisasi kepemudaan di Aula Kantor Dispora Kalsel, Banjarmasin, Kamis (7/5/2026). (M Idris Jian Sidik)
Kepala Dispora Kalsel, Pebriadin Hapiz, bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kalsel, Rahmat Prapto Udoyo, dan jajaran dalam pertemuan kolaborasi pengelolaan sampah berbasis organisasi kepemudaan di Aula Kantor Dispora Kalsel, Banjarmasin, Kamis (7/5/2026). (M Idris Jian Sidik)
 
RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin – Pemuda Kalimantan Selatan kini ditantang untuk melangkah lebih jauh dari sekadar hadir dalam kegiatan seremonial. Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Selatan menggandeng Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalsel untuk mendorong organisasi kepemudaan tampil sebagai agen nyata dalam edukasi lingkungan dan pengelolaan sampah di tengah masyarakat.
 
Kolaborasi ini mengemuka dalam pertemuan yang digelar di Aula Kantor Dispora Kalsel, Banjarmasin, Kamis (7/5/2026) sore, yang dihadiri langsung oleh Kepala Dispora Kalsel, Pebriadin Hapiz, didampingi Sekretaris Dispora Kalsel Deny Saputra dan Kepala Bidang Pemberdayaan Pemuda, Budiono, bersama jajaran DLH Kalsel.
 
Pebriadin menegaskan bahwa sudah saatnya organisasi kepemudaan tidak lagi hanya berkutat pada urusan internal organisasi — struktur, jaringan, dan administrasi. Peran mereka harus meluas ke persoalan nyata yang dihadapi masyarakat, salah satunya persoalan lingkungan.
 
"Kami ingin mengajak teman-teman organisasi kepemudaan tidak hanya bicara soal struktur dan pengembangan jaringan, tetapi juga melakukan aksi nyata. Karena ada irisan yang kuat dengan persoalan lingkungan, maka kami mencoba mempertemukan mereka dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk membangun kolaborasi dan sinergitas," ujar Pebriadin.
 
Sejumlah kegiatan kepemudaan berbasis lingkungan seperti bersih pantai dan susur sungai sebenarnya sudah berjalan selama ini. Namun Pebriadin ingin mendorong lebih jauh — dari kegiatan yang bersifat insidental menuju program yang benar-benar berkesinambungan dan berdampak langsung bagi masyarakat.
 
"Tidak hanya kegiatan seremonial atau peringatan hari tertentu, tetapi bagaimana pemuda bisa menghadirkan program yang benar-benar memiliki arti bagi masyarakat — misalnya menghidupkan bank sampah atau kegiatan lingkungan lainnya," tegasnya.
 
Ia juga menekankan pentingnya pendekatan yang kontekstual dan adaptif. Kondisi geografis dan persoalan lingkungan di setiap wilayah Kalsel berbeda-beda, sehingga program yang dijalankan pun harus disesuaikan dengan kearifan lokal masing-masing daerah.
 
"Daerah lingkar tambang tentu berbeda pendekatannya dengan wilayah dataran rendah. Karena itu aksi lingkungan yang dilakukan organisasi kepemudaan harus disesuaikan dengan kondisi daerah masing-masing," jelasnya.
 
Di sisi lain, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kalsel, Rahmat Prapto Udoyo, menyambut kolaborasi ini dengan antusias. Menurutnya, persoalan sampah tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja — dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, dari tingkat rumah tangga hingga sektor industri.
 
"Momentum ini sangat baik karena Dispora mengumpulkan organisasi kepemudaan dan mengajak kami berkolaborasi untuk kegiatan berbasis lingkungan, terutama pengolahan sampah mulai dari pemilahan, hilirisasi, hingga pengembangan ekonomi sirkular," ujar Rahmat.
 
Ia berharap para pemuda tidak hanya menjadi penonton dalam isu lingkungan, melainkan turun langsung ke lapangan sebagai agen perubahan yang menggerakkan edukasi dari bawah.
 
"Kami ingin para pemuda ini turun langsung ke masyarakat menjadi agen edukasi lingkungan. Jadi bukan hanya sebatas wacana, tetapi menjadi rutinitas dan gerakan nyata," kata Rahmat.
 
Ia juga mengingatkan bahwa peran pemuda dalam pembangunan bangsa bukanlah hal baru — sejak dahulu, semangat dan energi generasi muda selalu menjadi motor penggerak perubahan. Kini saatnya energi itu diarahkan untuk menjawab tantangan lingkungan yang kian mendesak.
Editor : Arif Subekti
Kalsel dispora lingkungan hidup