Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Kebanggaan Kalsel! Muhammad Erwin dan Nayla Nur Khalisya Tembus Top 50 Campers DBL Camp 2026

M Idris Jian Sidik • Jumat, 1 Mei 2026 | 09:39 WIB
FOTO BERSAMA: Muhammad Erwin (SMA Don Bosco Banjarmasin) dan Nayla Nur Khalisya (SMAN 2 Banjarmasin), dua pelajar asal Kalimantan Selatan yang berhasil menembus Top 50 Campers Kopi Good Day DBL Camp 2026 di Jakarta. Keduanya menjadi kebanggaan Bumi Lambung Mangkurat di ajang pemusatan latihan basket pelajar terbesar di Indonesia.
FOTO BERSAMA: Muhammad Erwin (SMA Don Bosco Banjarmasin) dan Nayla Nur Khalisya (SMAN 2 Banjarmasin), dua pelajar asal Kalimantan Selatan yang berhasil menembus Top 50 Campers Kopi Good Day DBL Camp 2026 di Jakarta. Keduanya menjadi kebanggaan Bumi Lambung Mangkurat di ajang pemusatan latihan basket pelajar terbesar di Indonesia.

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Jakarta – Nama Kalimantan Selatan kembali mencuri perhatian di panggung basket pelajar nasional. Dua pelajar asal Banjarmasin sukses menembus jajaran Top 50 Campers dalam ajang Kopi Good Day DBL Camp 2026—prestasi yang menegaskan kualitas talenta muda dari Bumi Lambung Mangkurat.
Mereka adalah Muhammad Erwin (SMA Don Bosco Banjarmasin) di kategori putra, serta Nayla Nur Khalisya di kategori putri.
Pengumuman Top 50 dirilis oleh DBL Indonesia pada Rabu (30/4/2026), setelah ratusan peserta menjalani seleksi ketat sejak 27 April di DBL Academy East Jakarta.
Perjalanan menuju Top 50 bukan hal mudah. Para peserta harus melewati serangkaian seleksi berbasis sains olahraga, mulai dari tes fisik, medical check-up, hingga pengukuran performa menggunakan teknologi modern.
Ujian berlanjut dengan tes daya tahan melalui metode yo-yo test, kemampuan individu lewat duel satu lawan satu, hingga akurasi tembakan. Pada tahap akhir, penilaian difokuskan pada permainan tim melalui sesi dua lawan dua dan tiga lawan tiga.
Pelatih dari World Basketball Academy, Andrew Vlahov, menegaskan bahwa penilaian dilakukan secara menyeluruh.
“Kami melihat detail performa, mulai dari fundamental hingga kemampuan membaca permainan. Targetnya, mereka berkembang menjadi pemain yang lebih baik,” ujarnya.
Keberhasilan Erwin dan Nayla bukan datang tiba-tiba. Keduanya sebelumnya terpilih dalam First Team Kalimantan Selatan dari kompetisi DBL, sebelum bersaing dengan lebih dari 250 pelajar dari 31 kota dan 22 provinsi.
Nayla pun menyadari perjalanan ini masih panjang.
“Saya harus terus berkembang dan memberikan yang terbaik di setiap kesempatan. Hasil akan mengikuti usaha,” ujarnya.
Capaian ini sekaligus menjadi bukti bahwa pembinaan basket pelajar di Kalimantan Selatan terus berkembang dan mampu melahirkan atlet berdaya saing nasional.
Perjuangan Belum Usai
Menembus Top 50 bukan garis akhir. Para pemain masih harus bersaing untuk masuk Top 24 Campers, sebelum memperebutkan tiket bergengsi menuju skuad DBL Indonesia All-Star 2026—yang membuka peluang berlatih dan bertanding di luar negeri.
Bagi yang belum lolos, peluang tetap terbuka melalui jalur wildcard dengan kuota lebih besar dibanding musim sebelumnya.
Basketball Director DBL Academy, Dimaz Muharri, memberikan motivasi:
“Jangan menyerah. Tetap fokus dan terus berlatih, karena kesempatan masih ada,” tegasnya.
Ajang DBL Camp 2026 sendiri berlangsung hingga 3 Mei di sejumlah venue di Jakarta. Kini, harapan masyarakat Kalimantan Selatan tertuju pada langkah berikutnya—Top 24—dengan doa terbaik untuk Erwin dan Nayla.

Editor : Eddy Hardiyanto
#Top 50 #Kalsel #DBL Camp