Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Atlet Banjar Banyak Hengkang, Ketua Koni Banjar Singgung Ini

M Fadlan Zakiri • Selasa, 28 April 2026 | 15:39 WIB
Ketua KONI Banjar periode 2022–2026, Muhammad Rofiqi saat menyampaikan sambutan pada Musorkab KONI Banjar di Martapura, Selasa (28/4). (FADLAN ZAKIRI/RADAR BANJARMASIN)
Ketua KONI Banjar periode 2022–2026, Muhammad Rofiqi saat menyampaikan sambutan pada Musorkab KONI Banjar di Martapura, Selasa (28/4). (FADLAN ZAKIRI/RADAR BANJARMASIN)

 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Martapura - Fenomena berpindahnya atlet berprestasi ke daerah lain menjadi sorotan serius dalam Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) KONI Banjar. Kondisi ini dinilai sebagai alarm lemahnya pengayoman terhadap atlet di daerah.

Ketua KONI Banjar periode 2022–2026, Muhammad Rofiqi, mengungkapkan bahwa sejumlah atlet yang telah dibina justru hengkang dan membela daerah lain pada ajang resmi.

“Ada beberapa hal yang harus digarisbawahi dari masa kepemimpinan kami, yaitu pembinaan. Atlet kita yang sudah berprestasi, jika tidak dipertahankan, dinaturalisasi oleh daerah lain,” ujarnya saat membuka Musorkab di Martapura, Selasa (28/4/2026).

Ia mencontohkan kasus atlet panjat tebing Banjar yang sebelumnya meraih prestasi pada Porprov XI di Hulu Sungai Selatan. 

Namun, pada Porprov XII, atlet tersebut justru memperkuat kontingen Tanah Laut.

Menurutnya, perpindahan ini bukan semata pilihan atlet, melainkan dipicu kurangnya perhatian terhadap kesejahteraan mereka. Ia menilai pemerintah daerah perlu hadir memberikan jaminan yang lebih konkret.

“Kalau ada atlet berprestasi, harus diayomi. Setidak-tidaknya bisa dibantu pekerjaan, misalnya di perusahaan daerah,” tegasnya.

Selain menyoroti nasib atlet, Rofiqi juga mengingatkan pengurus KONI berikutnya agar lebih profesional dalam tata kelola organisasi, terutama terkait penggunaan dana hibah.

Ia menegaskan, pengelolaan anggaran olahraga sangat rentan terhadap persoalan hukum jika tidak dilakukan secara transparan dan akuntabel.

“Hati-hati dalam menggunakan anggaran. Dana hibah harus benar-benar untuk kepentingan olahraga dan pelaporannya harus teliti,” tekannya.

Di sisi lain, ia berharap kepengurusan baru mampu memperbaiki sistem pembinaan sekaligus mendongkrak prestasi olahraga Banjar. 

Target realistis yang ia dorong adalah menembus lima besar pada ajang Porprov mendatang.

“Kalau atlet kita dijaga dan pembinaan diperkuat, saya yakin Banjar bisa bersaing di papan atas,” yakinnya.

Ketua Umum KONI Kabupaten Banjar terpilih periode 2026–2030, Irwan Bora, langsung merespons sorotan terkait banyaknya atlet Banjar yang berpindah membela daerah lain. 

Ia menilai persoalan tersebut harus dijawab dengan perbaikan sistem pembinaan dan peningkatan kesejahteraan atlet.

Irwan yang terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) di Martapura, Selasa (28/4), menyebut fenomena tersebut menjadi pekerjaan rumah utama kepengurusannya ke depan.

“Ini menjadi perhatian serius kami. Atlet adalah aset daerah, sehingga harus dijaga, dibina, dan diberikan kepastian masa depan,” ujarnya.

Ia mengakui, salah satu faktor utama perpindahan atlet adalah minimnya jaminan kesejahteraan. 

Karena itu, pihaknya akan mendorong sinergi lebih kuat dengan pemerintah daerah dan stakeholder terkait.

Menurut Irwan, bentuk pengayoman tidak cukup hanya melalui pembinaan teknis, tetapi juga harus menyentuh aspek ekonomi dan karier atlet.

“Kami akan berupaya menjalin komunikasi dengan pemerintah daerah agar ada dukungan nyata, termasuk peluang kerja atau bentuk penghargaan lain bagi atlet berprestasi,” katanya.

Selain itu, Irwan juga menegaskan komitmennya untuk memperbaiki tata kelola organisasi, terutama dalam pengelolaan anggaran hibah. Transparansi dan akuntabilitas, kata dia, menjadi kunci menjaga kepercayaan publik.

“Pengelolaan anggaran harus profesional, transparan, dan tepat sasaran. Ini penting agar pembinaan olahraga berjalan optimal tanpa persoalan di kemudian hari,” tegasnya.

Ia pun menargetkan perbaikan menyeluruh mulai dari pembinaan usia dini hingga peningkatan prestasi di level provinsi. 

Dalam jangka menengah, KONI Banjar diarahkan mampu bersaing di papan atas Porprov.

“Kami ingin atlet Banjar tidak hanya bertahan, tapi juga berprestasi dan menjadi kebanggaan daerahnya sendiri,” tutup Irwan.

Editor : M Oscar Fraby
#KONI #Banjar #atlet