Paman Birin Ditetapkan Kembali Sebagai Ketua Umum PB Lemkari, Sosok Karateka Murni yang Berkiprah Sejak Sabuk Putih
M Idris Jian Sidik• Minggu, 26 April 2026 | 10:24 WIB
AGENDA NASIONAL: Paman Birin membuka Kongres Nasional PB Lemkari 2026 di Kiram Park, Kabupaten Banjar, Sabtu (25/4/2026) dihadiri Pengurus Pusat dan perwakilan Pengprov Lemkari se-Indonesia.(Foto: M Idris Jian Sidik/Radar Banjarmasin)
RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, MARTAPURA – Pengurus Besar Lembaga Karate-Do Indonesia (PB Lemkari) menggelar Kongres Nasional 2026 di Kiram Park, Kabupaten Banjar, Sabtu (25/4/2026).
Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk mengevaluasi kinerja organisasi periode 2021–2026 sekaligus menyusun arah kebijakan ke depan.
Kongres dihadiri jajaran Pengurus Pusat, serta perwakilan dari 18 Pengurus Provinsi (Pengprov) Lemkari se-Indonesia.
Selain sebagai ajang evaluasi, Kongres Nasional ini juga menjadi momentum konsolidasi internal organisasi di tengah dinamika yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
Ketua Umum PB Lemkari, Sahbirin Noor mengatakan Kongres Nasional Lemkari kali ini menitikberatkan pada pembenahan tata kelola organisasi, serta penguatan koordinasi antar pengurus.
Ia mengakui masih terdapat sejumlah hal yang perlu diperbaiki demi kemajuan Lemkari ke depan.
“Masih banyak yang harus kita benahi. Ke depan, kita ingin memperkuat kerja sama dan koordinasi, termasuk dengan PB FORKI sebagai induk organisasi karate di Indonesia,” ujar pria yang akrab disapa Paman Birin ini.
Sementara itu, Penasehat PB Lemkari, Jeannie Z Monoarfa menjelaskan agenda Kongres Nasional Lemkari ini juga mencakup penetapan kembali Sahbirin Noor sebagai Ketua Umum.
Keputusan tersebut merupakan hasil kesepakatan seluruh Pengprov Lemkari seluruh Indonesia yang menghadiri Kongres Nasional tersebut.
“Ini lebih kepada penetapan, karena hanya ada satu calon dan seluruh Pengprov sepakat mencalonkan kembali Pak Sahbirin. Beliau adalah karateka murni yang telah lama berkiprah sejak sabuk putih,” ungkap Jeannie.
Ia juga menegaskan loyalitas Paman Birin terhadap organisasi Lemkari telah teruji, terutama sejak 2017 di tengah konflik internal yang sempat terjadi.
Terkait dualisme kepengurusan yang sempat muncul, Jeannie memastikan PB Lemkari yang dipimpin Paman Birin memiliki dasar hukum yang kuat, mulai dari SKHU hingga sertifikat merek dan logo resmi dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kemenkum RI.
“Secara legal kami sangat kuat. Ini menjadi landasan untuk terus membangun organisasi ke depan,” tegasnya.
Meski konflik internal sempat berdampak pada jumlah anggota, PB Lemkari optimistis melalui kongres ini semangat persatuan dapat kembali terbangun.