Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Gateball Kian Diminati Warga Batola

Maulana Radar Banjarmasin • Senin, 20 April 2026 | 13:49 WIB
LATIHAN: Sejumlah pemain gateball Barito Kuala berlatih. (Foto: Maulana)
LATIHAN: Sejumlah pemain gateball Barito Kuala berlatih. (Foto: Maulana)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Marabahan – Olahraga gateball kian diminati masyarakat Kabupaten Barito Kuala (Batola). Sejauh ini, mayoritas pemain masih didominasi warga Kota Marabahan.

Gateball sendiri merupakan olahraga asal Jepang yang memadukan konsep permainan kroket dan golf. 

Permainan ini dilakukan secara beregu dengan aturan yang relatif sederhana, namun tetap menuntut strategi dan kekompakan tim.

Dalam permainan, pemain menggunakan stik (mallet) untuk memukul bola melewati tiga gawang hingga menuju tiang akhir (goal pole). Setiap tim terdiri dari lima orang, sehingga kerja sama menjadi faktor penting dalam meraih kemenangan.

Salah satu daya tarik gateball adalah sifatnya yang tidak terlalu menguras tenaga. Karena itu, olahraga ini banyak digemari kalangan lansia, namun kini mulai merambah generasi muda sebagai alternatif olahraga santai yang tetap kompetitif.

Selain itu, sarana yang dibutuhkan pun tergolong sederhana. Cukup lapangan datar dengan perlengkapan dasar, sehingga gateball mudah dikembangkan di berbagai daerah, termasuk di Kalimantan Selatan.

Di Batola, latihan rutin digelar di lapangan gateball kawasan perkantoran Pemerintah Kabupaten Barito Kuala, tepatnya di seberang Mapolsek Marabahan Kota. Setiap sore, para pemain berlatih menyesuaikan kondisi cuaca dengan peserta yang beragam, mulai dari remaja hingga usia lanjut.

Peralatan utama gateball meliputi stik pemukul (mallet), 10 bola bernomor, tiga gawang, serta satu tiang sasaran. Permainan ini umumnya dilakukan di atas lapangan rumput dan mengandalkan akurasi pukulan serta strategi tim.

Ketua Persatuan Gateball Seluruh Indonesia (Pergatsi) Barito Kuala, Abdi Maulana, mengungkapkan minat masyarakat terhadap olahraga ini terus meningkat sejak mulai diperkenalkan sekitar 2020.

"Awalnya hanya beberapa orang saja yang bermain. Sekarang peminatnya terus bertambah, baik dari kalangan dewasa maupun pelajar," ujarnya.

Ia menyebut, latihan rutin dilakukan sebagai persiapan menghadapi berbagai event antar komunitas di tingkat regional, mulai dari Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah hingga Pulau Jawa.

"Pesertanya beragam, ada pegawai, guru, pensiunan, sampai pelajar. Olahraga ini bisa dimainkan semua kalangan, tidak terlalu berat, tapi butuh fokus dan strategi,"jelasnya.

Dari sisi prestasi, atlet gateball Batola juga mulai menunjukkan hasil. Pada ajang Porprov di Tanah Laut, mereka berhasil meraih medali emas nomor single putra serta juara tiga pada nomor double mix.

"Alhamdulillah, prestasi terus meningkat,"tambahnya.

Sementara itu, dua pelajar SMA 1 Marabahan, Putri dan Syifa, mengaku mulai menekuni gateball sejak diajak guru mereka. Kini bahkan sempat tampil di ajang Porprov. "Awalnya canggung, tapi lama-lama terbiasa," ujar salah satunya.

Meski begitu, mereka mengakui kendala kerap muncul saat hujan. “Kalau lapangan tergenang, harus dikuras dulu sebelum latihan,"pungkas siswi kelas XI tersebut.

Editor : Sutrisno
#Batola #Gateball