Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Pesker Soroti Sejumlah Keputusan Wasit di Bupati Cup Tanah Bumbu

Zulqarnain RB • Jumat, 17 April 2026 | 13:24 WIB
PERTANDINGAN: Pemain Peseroda (putih) melakukan lemparan ke dalam saat laga Bupati Cup Tanah Bumbu di Lapangan 17 Februari, Pagatan. (Foto: Fauzi Rahman untuk Radar Banjarmasin)
PERTANDINGAN: Pemain Peseroda (putih) melakukan lemparan ke dalam saat laga Bupati Cup Tanah Bumbu di Lapangan 17 Februari, Pagatan. (Foto: Fauzi Rahman untuk Radar Banjarmasin)
 
 
https://radarbanjarmasin.jawapos.com, Batulicin - Tim sepak bola asal Kotabaru, Pesker, menyampaikan protes terhadap kepemimpinan wasit usai pertandingan di Lapangan 17 Februari, Pagatan, Kabupaten Tanah Bumbu, dalam Bupati Cup Tanah Bumbu 2026. 
 
Pada Kamis (16/4) lalu, Pesker kalah tipis 0-1 dari tim tuan rumah, Perseroda. 
 
Pelatih Pesker, Muhammad Shadiq, menilai terdapat sejumlah keputusan wasit yang merugikan timnya, terutama terkait dua dugaan handball di dalam kotak penalti lawan yang tak berbuah penalti.
 
“Ada dua kali handball tapi tidak dianggap penalti. Sementara kami melakukan kontak sedikit langsung dianggap pelanggaran,” ujarnya.
 
Menurutnya, keputusan-keputusan tersebut memicu kekecewaan para pemain di lapangan. Reaksi serupa, kata dia, juga datang dari penonton yang hadir di tribun. Seperti saat bola dinilai keluar lapangan oleh tim dan penonton, namun wasit tidak memberikan tendangan sudut untuk Pesker.
 
"Penonton sampai teriak-teriak 'out' karena saking kecewanya dengan keputusan wasit yang berulang kali salah," katanya.
 
Manajer Pesker, Iqbal, juga berharap agar panitia penyelenggara melakukan evaluasi terhadap perangkat pertandingan. Ia menyarankan agar ke depan pemilihan wasit dilakukan lebih selektif untuk menjaga kualitas pertandingan.
 
“Harapannya panitia bisa melakukan evaluasi, termasuk dalam penunjukan wasit, agar pertandingan lebih enak ditonton,” ujarnya.
 
Ia berharap pihak Askab PSSI Tanah Bumbu turut dapat memberikan perhatian terhadap hal ini demi menjaga kualitas kompetisi sepak bola di daerah.
 
Ketua KONI Kotabaru, Awaludin, mengaku kecewa atas jalannya pertandingan. Ia mengatakan KONI Kotabaru telah berkomunikasi dengan KONI Tanah Bumbu terkait hal tersebut.
 
“Saya sudah mencoba menghubungi Ketua KONI Tanah Bumbu, namun disampaikan bahwa penyelenggaraan bukan di bawah KONI,” ujarnya.
 
Ia berharap persoalan tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bersama agar pelaksanaan turnamen ke depan berjalan lebih baik.
 
Menanggapi hal tersebut, Ketua Panitia Bupati Cup Tanah Bumbu, Makhluki, menegaskan bahwa panitia tidak melakukan intervensi terhadap keputusan wasit di lapangan.
 
“Panitia tidak pernah mengatur wasit harus mengambil keputusan seperti apa. Itu sepenuhnya kewenangan wasit di lapangan,” ujarnya saat dikonfirmasi.
 
Makhluki menjelaskan, panitia secara rutin melakukan evaluasi terhadap jalannya pertandingan, termasuk kinerja perangkat pertandingan.
 
“Setiap sore kami evaluasi. Kami juga berdiskusi dengan ketua wasit untuk menilai kinerja di lapangan,” katanya.
 
Menurutnya, protes dari tim merupakan hal yang wajar dalam pertandingan, terutama jika hasil laga berlangsung ketat.
 
“Kalau ada yang merasa dirugikan, itu wajar. Tapi biasanya ada juga momen di mana tim diuntungkan, hanya saja tidak disorot,” ujarnya.
 
Ia menambahkan, perbedaan penilaian dalam pertandingan bisa terjadi karena sudut pandang antara pemain dan wasit yang tidak selalu sama.
 
Meski demikian, Makhluki memastikan bahwa setiap masukan akan menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan.
 
"Insyaallah, wasit yang dinilai kurang baik dalam memimpin pertandingan tidak akan ditugaskan kembali pada laga berikutnya," tegasnya. 
 
Bahkan, pihak panitia mempertimbangkan penggunaan wasit dari luar daerah demi meningkatkan kualitas dan persepsi netralitas pertandingan.
 
“Kami sudah membahas kemungkinan mendatangkan wasit dari luar daerah agar pertandingan bisa lebih baik,” katanya.
 
Ia juga menegaskan bahwa panitia berkomitmen menjaga integritas turnamen dan tidak memiliki kepentingan dalam memengaruhi jalannya pertandingan
 
“Kalau ada kesalahan, itu faktor manusia. Dalam memimpin pertandingan selama 2x40 menit, tentu tidak menutup kemungkinan terjadi kesalahan," tutupnya.
Editor : Arif Subekti
#wasit #turnamen sepak bola #Tanah Bumbu #protes #batulicin