BANJARMASIN - Musyawarah Provinsi (Musprov) POBSI Kalimantan Selatan periode 2026—2030 menghadapi situasi yang tidak biasa. Sejak pendaftaran bakal calon ketua dibuka pada 31 Maret hingga resmi ditutup pada Minggu (5/4/2026) malam, tidak satu pun nama yang mendaftarkan diri untuk memimpin organisasi biliar tertinggi di Kalimantan Selatan tersebut.
Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP), Syamsul Marif, membenarkan kondisi tersebut saat ditemui pada Selasa (7/4/2026) sore. "Hingga ditutup pada Minggu malam, tidak ada yang mendaftar," ujarnya.
Menyikapi situasi ini, TPP langsung menggelar rapat bersama Steering Committee, Organizing Committee, dan pengurus POBSI Kalsel lainnya pada Senin (6/4/2026). Hasilnya, disepakati bahwa masa pendaftaran tidak akan diperpanjang dan Musprov tetap akan dilangsungkan sesuai jadwal pada 18 April 2026.
"Tidak ada perpanjangan pendaftaran. Kami tetap dengan rencana semula akan melaksanakan Musprov pada 18 April 2026," tegas Syamsul.
Terkait mekanisme pemilihan ketua di tengah nihilnya pendaftar, Syamsul menjelaskan bahwa TPP akan mengajukan beberapa opsi pencalonan langsung dalam sidang pleno Musprov. Calon yang diusulkan pun bukan sembarang nama, melainkan mereka yang memiliki rekam jejak dan dedikasi nyata terhadap perkembangan POBSI Kalsel.
"Kita lihat track record-nya, kemudian juga dedikasinya dalam mengharumkan prestasi POBSI Kalsel di tingkat nasional hingga internasional," jelasnya.
Sementara itu, harapan tersendiri datang dari kalangan atlet. Wakil Ketua POBSI Banjarmasin, Gungun Gunawan, menyampaikan bahwa para atlet biliar berharap sosok yang akan terpilih memiliki karakter serupa dengan ketua sebelumnya, H Musthohir Arifin atau yang akrab disapa H Imus, yang dinilai terbukti mampu mengangkat prestasi biliar di Banua ke level yang lebih tinggi.
"Tentunya kawan-kawan atlet berharap seperti H Imus lagi yang jadi ketua," pungkas Gungun.
Editor : Arif Subekti