Dispora Kalsel Gelar Pelatihan Digital Marketing Tahap Dua, Sasar 45 Wirausaha Muda dari Tiga Daerah

Arif Subekti • Dipublikasikan Rabu, 1 April 2026 | 16:20 WIB
Peningkatan Digitalisasi Marketing Bagi Wirausaha Muda Kalimantan Selatan Tahun 2026 di Banjarmasin, Rabu (/4/2026), yang diikuti 45 peserta dari Banjarbaru, Kabupaten Banjar, dan Barito Kuala. (M Idris Jian Sidik)
Peningkatan Digitalisasi Marketing Bagi Wirausaha Muda Kalimantan Selatan Tahun 2026 di Banjarmasin, Rabu (/4/2026), yang diikuti 45 peserta dari Banjarbaru, Kabupaten Banjar, dan Barito Kuala. (M Idris Jian Sidik)

 

BANJARMASIN - Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Selatan kembali menggelar pelatihan digitalisasi marketing bagi wirausaha muda, sejak Selasa (31/3/2026). 

Memasuki tahap kedua, kegiatan ini menyasar 45 peserta dari tiga daerah yakni Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, dan Barito Kuala, masing-masing sebanyak 15 orang. Seluruh peserta merupakan pelaku usaha muda yang telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).

Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Dispora Kalsel Pebriadin Hapiz, didampingi Kepala Bidang Pengembangan Pemuda Rika Ayu Zainab dan Kepala Seksi Kewirausahaan, Kemitraan, dan Penghargaan Pemuda Iqbal Khoirul Anam.

Dalam sambutannya, Pebriadin menegaskan bahwa kemampuan digital bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan kebutuhan mendasar bagi pelaku usaha muda di tengah perubahan pola transaksi dan pemasaran yang kian mengandalkan platform digital dan media sosial.

"Kita belum tahu ke depan bagaimana dampak krisis global. Namun yang jelas, pola hidup masyarakat terus berubah, termasuk dalam hal transaksi dan pemasaran. Karena itu, pelaku usaha harus mampu beradaptasi," ujar Pebriadin.

Ia menyebut ketidakpastian global sebagai pengingat bahwa para pelaku usaha muda harus siap menghadapi berbagai skenario, sebagaimana pelajaran berharga yang dipetik saat pandemi COVID-19. Pebriadin berharap para peserta memanfaatkan pelatihan ini untuk berdiskusi, bertukar ide, dan menemukan strategi yang tepat agar usaha mereka tetap tumbuh dan berdaya saing.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Pemuda, Rika Ayu Zainab menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang tidak hanya menyampaikan teori, tetapi juga dilengkapi dengan mekanisme evaluasi untuk mengukur efektivitas pembelajaran. Pre-test dan post-test diterapkan sebagai tolok ukur peningkatan pemahaman peserta.

"Ke depan, kami juga berencana mengumpulkan kembali para peserta dalam kegiatan lanjutan seperti jambore untuk melihat perkembangan usaha mereka secara langsung," ungkap Rika, Rabu (1/4/2026).

Narasumber yang hadir dalam pelatihan ini berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari dinas terkait seperti UMKM dan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA), hingga praktisi berpengalaman di bidang ekspor, branding, dan strategi pemasaran digital.

Melalui pelatihan ini, Dispora Kalsel berharap para wirausaha muda Kalimantan Selatan dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh secara nyata, sehingga mampu meningkatkan daya saing usaha dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah.

Editor : Arif Subekti
digitalisasi pelatihan Marketing Manager