Meski keputusan final masih menunggu surat keputusan hasil rapat koordinasi KONI Pusat yang dijadwalkan kembali digelar dalam waktu dekat, Dispora Kalsel memastikan pembinaan atlet tidak berhenti dan tetap berjalan sesuai rencana.
Kasi Pembibitan dan Tenaga Keolahragaan Dispora Kalsel, Rijal Hamid, menjelaskan bahwa pihaknya telah menjalin koordinasi aktif dengan KONI terkait perkembangan persiapan PON 2028.
Sambil menunggu kepastian dari pusat, Dispora tetap melanjutkan pembinaan terhadap 21 cabang olahraga yang sebelumnya berhasil meraih medali pada PON.
"Untuk pelaksanaan PON 2028, kami sudah berkoordinasi dengan pihak KONI. Saat ini masih menunggu SK hasil rapat koordinasi KONI Pusat yang akan kembali dilaksanakan. Dengan arahan pimpinan, kami tetap melakukan pemantauan dan pembinaan terhadap 21 cabang olahraga sesuai hasil PON sebelumnya," ujar Rijal, Selasa (17/3/2026).
Tahun ini Dispora Kalsel juga menerapkan kebijakan baru berupa sistem promosi dan degradasi cabang olahraga. Melalui kebijakan ini, cabang olahraga yang tidak mendapat kesempatan tampil di PON 2028 akan digantikan oleh cabang olahraga lain yang dinilai lebih berpotensi meraih medali, berdasarkan hasil survei dan evaluasi yang telah dilakukan.
"Jika ada cabang olahraga yang tidak mendapat kesempatan tampil di PON, maka akan diganti dengan cabang olahraga lain yang berpotensi meraih medali berdasarkan hasil survei kami," tegas Rijal.
Langkah strategis ini diambil menyusul informasi bahwa sejumlah cabang olahraga andalan Kalimantan Selatan dikabarkan tidak masuk dalam daftar pertandingan PON 2028 berdasarkan hasil rapat koordinasi awal KONI Pusat.
Dispora Kalsel pun menegaskan akan memprioritaskan pembinaan cabang olahraga yang memiliki peluang besar untuk menyumbang medali bagi kontingen Kalsel.
Dispora Kalsel berharap keputusan final dari KONI Pusat dapat segera terbit, sehingga program pembinaan atlet bisa dijalankan secara lebih terarah dan terukur menuju PON 2028.
Editor : Sutrisno