Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Waspadai Lonjakan Cedera Saat Ramadan, Fisioterapis: Nyeri Saat Ibadah Bukan Hal yang Wajar

M Idris Jian Sidik • Minggu, 15 Maret 2026 | 14:55 WIB

Ilustrasi seseorang merasakan nyeri punggung saat menjalankan ibadah salat, kondisi yang menurut fisioterapis Akhmad Ferdian dapat dicegah dengan persiapan fisik yang tepat sebelum dan selama Ramadan.
Ilustrasi seseorang merasakan nyeri punggung saat menjalankan ibadah salat, kondisi yang menurut fisioterapis Akhmad Ferdian dapat dicegah dengan persiapan fisik yang tepat sebelum dan selama Ramadan.

INUURY TIME - Ramadan kerap membawa perubahan aktivitas fisik yang drastis bagi umat Muslim. Di balik semangat menjalankan salat Tarawih dan ibadah sunah lainnya, lonjakan keluhan nyeri punggung bawah, lutut, dan kaki justru kerap terjadi — terutama di minggu-minggu awal hingga akhir bulan puasa. Fisioterapis Akhmad Ferdian mengingatkan bahwa kondisi ini bukan sesuatu yang harus dianggap wajar dan diterima begitu saja.

Berdasarkan catatan praktik fisioterapinya pada minggu pertama Ramadan tahun ini, Ferdi mencatat peningkatan kasus nyeri punggung bawah dan lutut sebesar 40 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sebagian besar pasien adalah jamaah usia produktif antara 35 hingga 50 tahun yang mengaku tidak melakukan persiapan fisik sebelum memasuki bulan puasa.

"Di klinik fisioterapi, kami menyebutnya cedera muskuloskeletal akibat perubahan aktivitas mendadak. Tubuh yang selama 11 bulan terbiasa dengan rutinitas biasa, tiba-tiba harus beradaptasi dengan salat malam 20 rakaat lebih, duduk tilawah berjam-jam, atau berjalan jauh menuju masjid," ujar Ferdi, Minggu (15/3/2026).

Ia menjelaskan bahwa keluhan ini dipicu oleh kombinasi gerakan repetitif seperti sujud berulang yang menekan lutut dan tulang belakang, postur statis yang lama saat membaca Al-Qur'an dengan posisi membungkuk, serta kondisi tubuh yang kurang siap akibat dehidrasi ringan dan kurang tidur. Data menunjukkan keluhan nyeri punggung meningkat 35 hingga 40 persen selama Ramadan, dengan mayoritas kasus terjadi pada minggu pertama hingga kedua.

Tiga keluhan paling umum yang ditemui adalah nyeri punggung bawah sebanyak 60 persen kasus, nyeri lutut akibat tekanan sujud sebesar 25 persen, dan keseleo kaki akibat terjatuh saat mengantuk sebesar 15 persen. Kelompok paling rentan adalah jamaah berusia 40 tahun ke atas, perempuan termasuk ibu hamil, serta mereka yang jarang berolahraga sebelumnya.

Yang memprihatinkan, Ferdi mencatat banyak pasien baru datang setelah keluhan berlangsung lebih dari seminggu karena menganggap rasa pegal sebagai hal yang wajar selama Ramadan.

"Padahal intervensi dini akan jauh lebih efektif dan mencegah komplikasi lebih lanjut," tegasnya.

Untuk penanganan awal di rumah, Ferdi menyarankan metode RICE yakni Rest atau istirahat dari aktivitas berat namun tidak harus total berbaring, Ice atau kompres es dibungkus kain selama 15 menit sebanyak tiga hingga empat kali sehari, Compression atau membalut ringan dengan perban elastis, serta Elevation atau memposisikan area cedera lebih tinggi dari jantung saat berbaring. Namun jika keluhan berlanjut lebih dari tiga hari, konsultasi ke fisioterapis sangat dianjurkan.

Akhmad juga menekankan pentingnya pencegahan sejak sebelum Ramadan tiba. Ferdi menyarankan agar masyarakat meluangkan 10 menit sehari untuk pemanasan dinamis satu hingga dua minggu sebelum Ramadan, dilengkapi latihan penguatan seperti plank dan squat mini untuk memperkuat otot perut dan paha.

Saat Ramadan berlangsung, ia menganjurkan stretching ringan lima menit sebelum Tarawih, istirahat interval setiap dua jam ibadah, penggunaan sajadah tebal untuk mengurangi tekanan lutut saat sujud, serta asupan air putih dua hingga tiga liter dari waktu berbuka hingga sahur untuk mencegah kram otot.

"Nyeri saat beribadah bukanlah takdir yang harus diterima. Kekhusyukan ibadah dimulai dari tubuh yang sehat. Jangan biarkan pegal menghalangi kedekatan Anda dengan Sang Pencipta," pungkas Ferdi.

Editor : Arif Subekti
#fisioterapi #cedera #ramadan