Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

IPL Bangun Ekosistem Tenis Meja Berjenjang, Atlet Muda Indonesia Mulai Bersinar di Kancah Dunia

M Idris Jian Sidik • Rabu, 11 Maret 2026 | 14:35 WIB

Seorang atlet tenis meja beraksi penuh konsentrasi dalam sebuah pertandingan, mencerminkan semangat dan kerja keras pembinaan yang dibangun Indonesia Pingpong League demi mengharumkan nama Indonesia d
Seorang atlet tenis meja beraksi penuh konsentrasi dalam sebuah pertandingan, mencerminkan semangat dan kerja keras pembinaan yang dibangun Indonesia Pingpong League demi mengharumkan nama Indonesia d

JAKARTA - Indonesia Pingpong League (IPL) terus menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem tenis meja nasional yang berdaya saing di level internasional. Upaya itu kini mulai menunjukkan hasil nyata lewat sederet prestasi yang ditorehkan atlet-atlet muda Indonesia di berbagai ajang bergengsi dunia.

Sekretaris Jenderal IPL, Yon Mardiono, menjelaskan bahwa capaian ini bukan sesuatu yang datang secara kebetulan. Semuanya merupakan buah dari sistem kompetisi berjenjang yang dibangun secara konsisten, mulai dari turnamen tingkat zona hingga pengiriman atlet ke kejuaraan internasional.

"Hasil ini bukan kebetulan, melainkan buah dari sistem kompetisi berjenjang yang kami bangun. Kami ingin memastikan atlet Indonesia memiliki poin dan peringkat dunia yang kompetitif," ujar Yon dalam konferensi pers di Onic Pingpong Sports Club, Simprug, Jakarta.

Salah satu nama yang mencuri perhatian adalah Muhammad Naufal Junindra di kategori U-19. Ia meraih juara WTT Youth Contender di Dubai pada Oktober 2025, dilanjutkan dengan medali perunggu di SEA Games 2025. Pada awal 2026, Naufal semakin menunjukkan konsistensinya dengan menembus babak 16 besar WTT Youth Smash Singapura, mencapai semifinal di Turki, serta perempat final kejuaraan di Tunisia.

Tak kalah menjanjikan, talenta muda Michael Hartono di kategori U-15 berhasil menembus perempat final WTT Youth Star Contender di Turki dan babak 16 besar WTT Youth Smash Singapura 2026.

Prestasi ini tidak lepas dari peran IPL Youth Series yang rutin digelar sebagai barometer perkembangan tenis meja nasional. Antusiasme terhadap kompetisi ini terus meningkat, terbukti dari bertambahnya jumlah peserta dari 116 klub pada musim perdana menjadi 139 klub di season 2 pada 2025. Kompetisi ini kini mencakup tujuh zona yakni Sumatra, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi.

Yon menegaskan bahwa sistem ini juga dirancang untuk menghadirkan proses seleksi yang lebih transparan dan objektif, menghapus paradigma lama yang kerap membatasi peluang atlet berbakat dari berbagai daerah.

"Melalui basis data ini, setiap atlet dari klub mana pun memiliki kesempatan yang sama untuk membela bangsa berdasarkan performa yang terukur," tuturnya.

Apresiasi juga datang dari Komite Olimpiade Indonesia (NOC). Sekjen NOC Indonesia Wijaya Noeradi menilai bahwa prestasi Naufal dan Michael menjadi bukti bahwa langkah yang diambil IPL sudah berada di jalur yang benar.

"Dengan prestasi yang diraih Naufal dan Michael, itu membuat saya merasa bahwa kami tidak salah langkah. Bahkan kita bisa meraih medali di SEA Games, sesuatu yang sudah cukup lama tidak kita dapatkan dari cabang tenis meja," kata Wijaya.

Ia pun optimistis bahwa dengan dukungan seluruh pihak, IPL akan terus berkembang dan mampu melahirkan prestasi yang lebih tinggi bagi tenis meja Indonesia di masa mendatang.

Editor : Arif Subekti
#Tenis #Pingpong #internasional