Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

NPCI Kalsel Genjot Regenerasi Atlet, 90 Persen Wajah Baru Disiapkan Bidik Peringkat Empat Peparnas 2028

Sheilla Farazela • Minggu, 8 Maret 2026 | 15:02 WIB

BUKBER - Suasana hangat mewarnai kegiatan buka puasa bersama yang digelar National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kalimantan Selatan di Gedung Serbaguna Haji Ahmad Firdaus, Kota Banjarbaru, Sab
BUKBER - Suasana hangat mewarnai kegiatan buka puasa bersama yang digelar National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kalimantan Selatan di Gedung Serbaguna Haji Ahmad Firdaus, Kota Banjarbaru, Sab

BANJARBARU – National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kalimantan Selatan mulai menggenjot program regenerasi atlet disabilitas.

Dalam program pembinaan terbaru, sekitar 90 persen atlet yang disiapkan merupakan wajah baru yang diharapkan memperkuat prestasi daerah pada ajang nasional mendatang.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Ketua NPCI Kalsel Sumansyah usai buka puasa bersama yang dirangkaikan dengan pemanggilan atlet di Gedung H Ahmad Firdaus, Sabtu (7/3) malam.

Ia mengatakan, regenerasi menjadi fokus utama organisasi untuk menjaga keberlanjutan prestasi olahraga disabilitas di Kalimantan Selatan.

“Sekitar 90 persen atlet yang kami kumpulkan saat ini merupakan atlet baru. Sisanya adalah atlet yang sudah berprestasi seperti peraih medali di Peparnas Solo dan atlet yang tampil di ASEAN Para Games,” ujarnya.

Secara keseluruhan, NPCI Kalsel tengah menyiapkan sekitar 125 atlet dalam program pembinaan. Rinciannya, sekitar 90 atlet pemula yang baru bergabung dan 35 atlet berpengalaman yang pernah meraih medali pada ajang nasional maupun internasional.

Menurut Sumansyah, kehadiran atlet-atlet baru tersebut menjadi bagian dari strategi regenerasi untuk memperkuat tim Kalimantan Selatan dalam berbagai kompetisi olahraga disabilitas.

“Kami ingin memperkenalkan mereka kepada keluarga besar NPCI, termasuk pelatih, pengurus, dan orang tua atlet. Ini penting agar mereka memahami sistem pembinaan serta budaya organisasi di NPCI,” jelasnya

Selain itu, NPCI Kalsel juga memberikan pembekalan kepada para atlet pemula terkait aturan organisasi dan pedoman pembinaan olahraga disabilitas.

Hal itu dinilai penting karena sebagian besar atlet baru belum memahami aturan yang tertuang dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga NPCI.

“Karena banyak atlet yang masih pemula, kami memberikan pemaparan mengenai aturan organisasi dan pedoman yang berlaku di NPCI agar mereka memahami sistem pembinaan serta pentingnya kekompakan dalam tim,” katanya.

Di sisi lain, NPCI Kalsel juga terus mendorong peningkatan prestasi atlet menuju ajang nasional. Saat ini posisi Kalimantan Selatan berada di peringkat tujuh pada ajang Peparnas.

Melalui program pembinaan 2026, NPCI menargetkan peningkatan peringkat.

“Kami menargetkan bisa merebut kembali peringkat empat pada Peparnas mendatang. Karena sebelumnya kita sempat berada di posisi tersebut,” ujar Sumansyah.

Selain pembinaan di tingkat daerah, sejumlah atlet Kalsel juga mendapat kesempatan mengikuti pemusatan latihan nasional (pelatnas) untuk persiapan ajang internasional.

Sumansyah menyebutkan, ada tiga atlet Kalsel yang dipanggil mengikuti pelatnas untuk persiapan ASEAN Para Games. Mereka berasal dari cabang olahraga panahan, menembak, dan atletik.

“Ketiga atlet tersebut merupakan atlet terbaik yang telah menyumbangkan medali, sehingga dipanggil untuk mengikuti persiapan kejuaraan internasional,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan program pembinaan tidak lepas dari peran pelatih yang profesional.

NPCI Kalsel pun menekankan sistem evaluasi berbasis kinerja bagi para pelatih dan asisten pelatih dalam menjalankan program latihan.

“Yang kami nilai adalah kinerja, bukan sekadar nama. Kami membutuhkan pelatih yang benar-benar profesional agar program pembinaan atlet berjalan maksimal,” tegasnya.

Dengan kombinasi regenerasi atlet dan peningkatan kualitas pembinaan, NPCI Kalsel optimistis dapat meningkatkan prestasi olahraga disabilitas sekaligus melahirkan atlet-atlet baru yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Sekadar mengetahui, National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar kegiatan buka puasa bersama di Gedung Olahraga H. Ahmad Firdaus, Banjarbaru, Sabtu (7/3/2026) sore.

Kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi antara pengurus, pelatih, atlet, serta pemangku kepentingan olahraga disabilitas di Kalimantan Selatan.

Acara ini turut dihadiri perwakilan Dinas Pemuda dan Olahraga Kalimantan Selatan, jajaran pengurus NPCI Kalsel, para pelatih, serta atlet binaan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan tausiah keagamaan, pembacaan doa bersama, hingga dilanjutkan dengan salat Maghrib berjamaah

Editor : Arif Subekti
#kalimantan selatan #buka bersama #banjarbaru #atlet