JAKARTA - Komite Olimpiade Indonesia (KOI) menyambut positif penyelenggaraan Indonesian-American Games (IAG) 2026, sebuah ajang olahraga multicabang yang dirancang khusus untuk menyatukan diaspora Indonesia di Amerika Serikat sekaligus membuka jalur pencarian bakat menuju tim nasional.
Perhelatan ini akan digelar di Chicago, Amerika Serikat, pada 19—21 Juni 2026, mempertandingkan delapan cabang olahraga: bola basket, bola voli, sepak bola mini, bulu tangkis, tenis, pickleball, atletik, dan catur. Kompetisi dibagi dalam dua kategori usia, yakni Junior (15—17 tahun) dan Senior (18—35 tahun).
Presiden NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari menegaskan bahwa IAG 2026 mencerminkan semangat olahraga Indonesia yang tak mengenal batas geografis. Ia menilai ajang ini sebagai langkah visioner dalam membangun ekosistem olahraga Indonesia di tingkat global.
"Inisiatif seperti Indonesian-American Games menunjukkan bahwa semangat olahraga Indonesia tidak mengenal batas geografis. Upaya membangun platform kompetisi diaspora sekaligus membuka ruang pencarian bakat adalah langkah visioner. Kami mengapresiasi gagasan ini dan berharap IAG 2026 dapat menjadi inspirasi serta memperkuat ekosistem olahraga Indonesia secara global," ujar Raja Sapta.
Di balik gagasan besar ini berdiri sosok muda bernama Davon Arjunaidi, mahasiswa DePaul University dan lulusan SMAK 6 PENABUR. Sebagai pendiri IAG 2026, Davon melihat olahraga sebagai bahasa universal yang mampu menjembatani perbedaan sekaligus mempertegas identitas kebangsaan di tanah perantauan.
"Saya ingin diaspora Indonesia di Amerika Serikat tidak berjalan sendiri-sendiri. Kita harus punya ruang bersama yang bisa memperkuat rasa bangga sebagai bangsa Indonesia. IAG bukan hanya event, ini fondasi untuk masa depan," kata Davon.
Lebih dari sekadar kompetisi olahraga, IAG 2026 diharapkan menjadi gerakan kebersamaan yang menyatukan diaspora Indonesia dari 50 negara bagian Amerika Serikat dalam satu panggung persatuan, sekaligus memperkuat koneksi mereka dengan tanah air melalui semangat sportivitas.
Editor : Arif Subekti