JAKARTA - Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pengurus Besar Akuatik Indonesia (PB AI) tahun 2026 menghasilkan sejumlah keputusan penting, salah satunya adalah wacana pembentukan asosiasi khusus polo air yang tetap berada di bawah naungan federasi induk.
Pertemuan bertema "Konsolidasi dan Sinergitas Menuju Asian Games 2026" ini digelar di Jakarta pada Sabtu (28/2) lalu dan dihadiri oleh 30 dari 34 pengurus provinsi se-Indonesia.
Ketua Umum PB AI, Anindya Bakrie, menjelaskan bahwa wacana pembentukan asosiasi polo air muncul karena cabang olahraga ini memiliki karakteristik yang berbeda dari cabang akuatik lainnya. Sebagai olahraga beregu, polo air dinilai membutuhkan perhatian dan pengelolaan yang lebih intensif, mulai dari sisi pembiayaan, pembinaan, hingga keberlangsungan kompetisi.
"Sudah bisa dibilang sepak bolanya air. Jadi dibutuhkan perhatian khusus dan juga penanganan khusus untuk memastikan keberlanjutannya berjalan," ujar Anindya.
Model yang diusulkan mengacu pada pola hubungan antara futsal dan sepak bola, di mana Federasi Futsal Indonesia (FFI) berdiri mandiri namun tetap bernaung di bawah PSSI. Saat ini, Indonesia tercatat memiliki 23 klub polo air yang aktif.
Wacana ini juga didorong oleh rekam jejak prestasi polo air Indonesia yang cukup membanggakan di tingkat regional. Tim polo air nasional pernah merebut medali emas di SEA Games Filipina, dan secara berturut-turut meraih perak pada SEA Games 2023 dan 2025.
"Polo air Indonesia pernah menjuarai emas di SEA Games Filipina, terakhir berturut-turut kita dapat silver. Ini tentu menjadi suatu kajian yang serius," kata Anindya.
Selain membahas polo air, Rakernas juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pelatih hingga bertaraf internasional. Anindya menekankan bahwa PB AI memiliki hubungan yang erat dengan World Aquatics, sehingga peluang pengembangan pelatih — baik dari pusat ke daerah maupun sebaliknya — sangat terbuka lebar.
PB AI juga mengapresiasi perkembangan pembibitan atlet yang mulai menunjukkan hasil positif, sebagaimana terlihat dari performa Indonesia di SEA Games 2025.
Editor : Arif Subekti