Pembibitan Atlet Kalsel Direvisi, Kini Fokus ke Angkat Besi dan Dayung

M Idris Jian Sidik • Dipublikasikan Kamis, 5 Maret 2026 | 13:31 WIB

LATIHAN: Atlet angkat besi binaan Dispora Kalsel menjalani sesi latihan angkatan dalam program pembinaan Spobnas 2026. (M Idris Jian Sidik)
LATIHAN: Atlet angkat besi binaan Dispora Kalsel menjalani sesi latihan angkatan dalam program pembinaan Spobnas 2026. (M Idris Jian Sidik)
BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) melakukan penyesuaian kebijakan dalam program pembibitan olahraga pelajar tahun 2026.

Perubahan tersebut berdampak pada komposisi cabang olahraga yang masuk dalam program Sentra Pembinaan Olahragawan Berbakat Nasional (Spobnas).

Kepala Dispora Kalsel, Pebriadin Hapiz melalui Kasi Pengelolaan Olahraga Pendidikan dan Sentra Olahraga, Asfia Urrahman, menjelaskan bahwa sebelumnya kuota atlet Spobnas yang bersumber dari anggaran Kementerian Pemuda dan Olahraga RI berjumlah tujuh orang. 

Komposisinya terdiri dari dua atlet angkat besi, dua dayung, dan tiga pencak silat.

Namun, berdasarkan hasil rapat evaluasi pada akhir tahun lalu bersama internal Dispora dan Kemenpora, terdapat perubahan kebijakan. Dalam aturan terbaru, setiap cabang olahraga minimal diisi tiga atlet.

“Setelah kami berkoordinasi dengan atasan, internal, dan Kemenpora, serta mempertimbangkan kualitas atlet, prestasi, dan kondisi fisik, kami memutuskan cabang pencak silat tidak lagi masuk dalam Spobnas,” ujar Asfia saat diwawancarai, Kamis (5/3/2026).

Meski demikian, pembinaan atlet silat tetap berlanjut melalui program Sentra Pembinaan Olahragawan Berbakat Daerah (Spobda). Sementara untuk Spobnas, komposisi baru menjadi tiga atlet angkat besi dan empat atlet dayung.

“Artinya ada perubahan kuota. Angkat besi menjadi tiga atlet dan dayung empat atlet, sehingga total ada penambahan tiga atlet dibanding komposisi awal,” jelasnya.

Terkait penjaringan atlet, Dispora Kalsel telah melaksanakan seleksi pada Februari lalu. Dari 12 atlet yang mengikuti seleksi dan memenuhi syarat awal dari sisi usia dan prestasi, hanya empat atlet yang lolos ke tahap lanjutan.

Hasil akhir menunjukkan satu atlet angkat besi dan satu atlet dayung dinyatakan lulus. Sementara atlet lainnya belum memenuhi kriteria, terutama dari aspek persyaratan fisik seperti tinggi badan.

“Untuk cabang dayung masih ada kekurangan satu atlet, sehingga kami akan melaksanakan seleksi ulang guna memenuhi kuota pembinaan,” tambah Asfia.

Melalui kebijakan baru ini, Dispora Kalsel berharap program pembibitan olahraga pelajar semakin terarah dan selektif, sehingga mampu melahirkan olahragawan berbakat yang siap bersaing di tingkat nasional.

Editor : Sutrisno
dayung Olahraga Kalsel