BANJARBARU – Atlet jalan cepat asal Kalimantan Selatan, Halida Ulfah, langsung melakukan pembenahan usai tampil di SEA Games Thailand 2025. Hasil yang belum membawanya naik podium dijadikan bahan evaluasi menyeluruh untuk memperbaiki kekurangan dan meningkatkan daya saing di ajang berikutnya.
Halida mengakui capaian di SEA Games menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi, khususnya dari sisi teknik dasar yang dinilai masih perlu dimaksimalkan agar lebih efisien dan stabil sepanjang lomba.
“Saat ini saya fokus memperbaiki teknik jalan cepat saat latihan, karena hasil dari SEA Games itu jadi PR buat saya,” ujarnya, Minggu (1/3/2026).
Menurutnya, teknik yang konsisten sangat berpengaruh terhadap ritme, kecepatan, hingga ketahanan saat bertanding. Karena itu, setiap sesi latihan kini difokuskan pada detail gerakan, postur tubuh, serta menjaga agar tidak melakukan pelanggaran teknis yang bisa merugikan saat lomba.
Saat ini Halida masih menjalani program pemusatan latihan nasional (Pelatnas) di Pangalengan, Kabupaten Bandung. Di sana, ia mengikuti program latihan intensif bersama atlet-atlet nasional lainnya sebagai bagian dari persiapan jangka panjang menuju Asian Games.
“Kesibukan masih sama seperti sebelumnya, tetap berlatih di Pelatnas Pangalengan untuk persiapan Asian Games,” katanya.
Dalam waktu dekat, Halida juga akan menghadapi agenda penting, yakni Kejuaraan Asian Racewalking yang dijadwalkan berlangsung pada 16 Maret 2026 di Nomi, Jepang. Ajang tersebut menjadi target terdekat sekaligus kesempatan untuk mengukur hasil evaluasi pasca-SEA Games.
“Bulan Maret ini saya persiapan untuk Asian Racewalking di Nomi, Jepang,” ungkapnya.
Kejuaraan tingkat Asia itu diharapkan menjadi momentum kebangkitan Halida. Selain menambah jam terbang internasional, keikutsertaannya di Nomi juga menjadi bagian dari proses menuju performa puncak saat tampil di multi-event yang lebih besar mendatang.