BANJARMASIN – Manajemen PS Barito Putera menggelar pertemuan dengan perwakilan suporter sebagai langkah konsolidasi menyusul tren negatif yang dialami tim dalam enam pertandingan terakhir putaran ketiga Championship 2025/2026. Pertemuan tersebut berlangsung di Kampung Melayu Darat, Banjarmasin, Selasa dini hari (24/2/2026) lalu.
Agenda ini menjadi respons atas rentetan hasil tanpa kemenangan yang membuat peluang Laskar Antasari menembus Liga 1 kian menipis. Manajemen menilai perlu adanya evaluasi menyeluruh sekaligus penguatan solidaritas seluruh elemen tim.
Diskusi berlangsung terbuka dan dipimpin langsung oleh Owner Barito Putera, Hasnuryadi Sulaiman. Dalam forum itu, suporter diberi ruang untuk menyampaikan kritik, pertanyaan, hingga masukan terkait menurunnya performa tim.
Dari hasil dialog tersebut, kedua pihak sepakat mengesampingkan perbedaan dan fokus pada target utama: menyapu bersih tujuh pertandingan tersisa demi menjaga asa promosi ke Liga 1.
Perwakilan suporter, Rajib, menegaskan dukungan tidak akan surut meski tim tengah berada dalam periode sulit. Ia menyebut pertemuan ini menjadi wadah penting untuk klarifikasi sekaligus memperkuat komitmen bersama.
“Kami sebagai suporter wajib mengawal tim Barito Putera. Karena itu kami berdiskusi langsung dengan Bang Hasnuryadi Sulaiman dan tetap berharap Barito bisa bangkit serta meraih prestasi tertinggi, lolos ke Liga 1,” ujarnya saat diwawancarai, Rabu (25/2/2026).
Rajib menambahkan, berbagai persoalan krusial telah dibahas, terutama terkait performa tim yang menurun dalam beberapa laga terakhir. Menurutnya, manajemen telah memberikan penjelasan atas pertanyaan dan kritik yang disampaikan.
“Intinya kami ingin Barito bangkit dan kami akan tetap mendukung di tribun,” tegasnya.
Sementara itu, Hasnuryadi Sulaiman menyampaikan permohonan maaf atas hasil yang belum sesuai harapan. Ia meminta kesabaran, doa, dan dukungan masyarakat Kalimantan Selatan agar tim bisa kembali ke jalur kemenangan.
“Kami memohon maaf atas enam pertandingan terakhir yang tidak sesuai harapan. Kami butuh kesabaran, doa, dan dukungan agar bisa bangkit bersama,” ucapnya.
Ia kembali mengingat pesan almarhum Abah bahwa Barito Putera bukan sekadar klub sepak bola, melainkan bagian dari identitas masyarakat Banua. Menurutnya, tanpa dukungan suporter, klub tak ubahnya jasad tanpa nyawa.
Hasnuryadi juga menegaskan komitmen Barito Putera sebagai representasi kebanggaan Kalimantan Selatan dan berharap dukungan terus mengalir demi menyatukan masyarakat melalui olahraga.
Meski tantangan di depan tidak ringan, optimisme tetap dijaga. Tujuh pertandingan sisa dipandang sebagai tujuh partai final yang wajib dimenangkan.
Ujian terdekat akan dihadapi saat Barito Putera bertandang ke markas Deltras Sidoarjo di Stadion Gelora Delta Sidoarjo akhir pekan nanti. Laga tandang tersebut dinilai sebagai momentum awal kebangkitan. Kemenangan diyakini dapat mengembalikan kepercayaan diri tim untuk menatap enam pertandingan berikutnya dengan lebih optimistis.
Editor : Arif Subekti