Meski demikian, porsi latihan disesuaikan dengan kondisi puasa agar kebugaran atlet tetap terjaga tanpa menguras energi secara berlebihan.
Pelatih angkat besi Kalsel, Mujiyanto, menjelaskan bahwa intensitas latihan selama Ramadhan dikurangi hingga sekitar 85 persen dengan pola repetisi 3 x 4 set.
Penyesuaian ini dilakukan untuk menjaga stabilitas fisik atlet, sekaligus mempertahankan performa menjelang sejumlah agenda penting usai Idulfitri.
“Untuk Kejurnas Angkat Besi Senior rencananya digelar pada Agustus, namun lokasi pelaksanaannya masih belum ditentukan,” ujar Mujiyanto, Senin (23/2/2026).
Selain itu, pada bulan yang sama juga akan dilaksanakan Kejuaraan Nasional Angkat Besi Remaja dan Junior, meski tuan rumahnya masih menunggu kepastian.
Sementara itu, Kejurnas Angkat Besi Pre Youth (usia 12–14 tahun) dijadwalkan berlangsung pada Desember mendatang di Sentul, Bogor, dan akan diselenggarakan oleh PB PABSI.
Mujiyanto yang juga tercatat sebagai bagian dari tim pelatnas Indonesia di Jakarta menambahkan, saat ini dirinya membina 10 atlet yang tergabung dalam Sentra Pembinaan Olahraga Berprestasi Daerah (SPOBDA) Kalimantan Selatan.
Selain itu, ia juga melatih tiga atlet Sentra Pembinaan Olahragawan Berbakat Nasional (SPOBNAS), tiga atlet senior, serta tujuh atlet putra dan putri kategori pemula tingkat sekolah dasar.
Dengan program yang tetap berjalan meski dalam suasana Ramadhan, diharapkan para lifter Kalsel mampu menjaga konsistensi performa dan siap bersaing di berbagai kejuaraan nasional mendatang.
Editor : Sutrisno