Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Asprov PSSI Kalsel Bidik Tambahan Kuota, Tiga Tim ke Liga 3 Nasional

M Idris Jian Sidik • Minggu, 22 Februari 2026 | 14:30 WIB

Pemain Persemar FC dan Plaosan Martapura terlibat duel perebutan bola pada laga semifinal Liga 4 Kalimantan Selatan di Stadion Demang Lehman. (dok liga 4 Kalsel)
Pemain Persemar FC dan Plaosan Martapura terlibat duel perebutan bola pada laga semifinal Liga 4 Kalimantan Selatan di Stadion Demang Lehman. (dok liga 4 Kalsel)

BANJARMASIN – Liga 4 Kalimantan Selatan resmi menutup musim kompetisi di Stadion Demang Lehman. Seusai berakhirnya turnamen, Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Kalsel langsung menatap agenda berikutnya dengan mengupayakan tambahan kuota bagi wakil Banua ke Liga 3 Nasional.

Ketua Asprov PSSI Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman, menyebutkan saat ini kuota sementara yang tersedia untuk Kalsel adalah dua tim. Namun, pihaknya akan berusaha agar tiga klub bisa mendapat kesempatan tampil di level nasional.

“Setahu saya sementara dua, tapi kita akan berusaha agar bisa tiga klub. Harapan kita tentu tiga. Nanti akan kita sampaikan secara resmi seperti apa keputusannya,” ujar Hasnuryadi, Minggu (22/2/2026).

Pada musim ini, gelar juara Liga 4 Kalsel diraih Persemar FC setelah menundukkan Barabai FC dengan skor 2-1 di partai final. Sementara posisi ketiga diamankan Putra Plaosan Martapura usai mengalahkan Persenus Nusantara dengan skor 2-0.

Hasnuryadi yang juga menjabat Wakil Gubernur Kalsel menilai capaian tersebut harus menjadi momentum kebangkitan sepak bola Banua. Ia mengingatkan para pemain untuk terus meningkatkan kemampuan sekaligus menjaga kekompakan tim.

“Terus berlatih dan menempa diri. Yang paling penting membina kerukunan dan kekompakan, karena sepak bola bukan permainan individu, melainkan permainan tim,” tegasnya.

Ia menilai kualitas pertandingan sepanjang Liga 4 menunjukkan perkembangan yang positif. Meski demikian, pembinaan berkelanjutan tetap menjadi faktor utama agar prestasi Kalsel mampu bersaing di tingkat nasional.

Apresiasi juga disampaikan kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari pembina, pengurus, pelatih, hingga suporter yang dinilai telah memberikan dukungan positif bagi kemajuan sepak bola daerah.
“Selamat kepada pembina, pengurus, pelatih, suporter, dan para pemain yang sudah memberikan yang terbaik untuk Banua,” katanya.

Fokus Pembinaan dan Peningkatan Fasilitas
Selain mendorong tambahan kuota, Asprov PSSI Kalsel juga memberi perhatian besar pada aspek infrastruktur. Menurut Hasnuryadi, keterbatasan lapangan latihan berstandar masih menjadi tantangan utama dalam pengembangan pemain.

“Fasilitas menjadi prioritas. Kita belum memiliki tempat latihan dengan standar memadai. Sepak bola memerlukan lapangan yang baik, termasuk untuk sekolah-sekolah agar pemain tidak mudah cedera dan bisa mengembangkan kemampuan secara optimal,” jelasnya.

Ia mengungkapkan telah berdiskusi dengan sejumlah tokoh olahraga dan sepak bola di Kalsel terkait rencana pembangunan lapangan latihan. Ke depan, pembentukan akademi sepak bola serta penguatan kompetisi kelompok umur di berbagai jenjang juga masuk dalam agenda pembinaan jangka panjang.

Hasnuryadi menegaskan, upaya tersebut membutuhkan kolaborasi antara pemerintah provinsi dan 13 kabupaten/kota di Kalsel.

“Ini menjadi tugas bersama pemerintah, baik di provinsi maupun kabupaten/kota. Saya yakin para bupati dan wali kota bersama kami akan berupaya memberikan yang terbaik,” ujarnya.

Ia pun berharap dukungan masyarakat terus mengalir agar cita-cita memajukan sepak bola Kalimantan Selatan dapat terwujud secara berkelanjutan.

Editor : Arif Subekti
#kalimantan selatan #Liga 3 #Persemar #liga 4 2026