Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Waspada Padel Elbow, Cedera Siku yang Mengintai Pemain Padel

M Idris Jian Sidik • Minggu, 22 Februari 2026 | 13:28 WIB

Ilustrasi pemain padel memegang bagian luar siku akibat nyeri lateral epicondylitis atau padel elbow saat latihan. (dok ferdian)
Ilustrasi pemain padel memegang bagian luar siku akibat nyeri lateral epicondylitis atau padel elbow saat latihan. (dok ferdian)

INJURY TIME – Tren olahraga padel kian berkembang di Indonesia. Lapangan padel bermunculan di berbagai kota besar dan menarik minat masyarakat untuk mencoba olahraga yang memadukan unsur tenis dan squash tersebut. Namun di balik popularitasnya, muncul risiko cedera yang mulai banyak dikeluhkan pemain, yakni cedera siku atau lateral epicondylitis yang dikenal sebagai padel elbow.

Fisioterapis Akhmad Ferdian, mengatakan cedera ini serupa dengan tennis elbow, tetapi kini semakin sering ditemukan pada pemain padel.

“Secara global, 40 sampai 95 persen pemain padel mengalami cedera setidaknya sekali dalam setahun. Dari jumlah itu, sekitar 20 persen adalah cedera siku. Artinya, ini bukan kasus yang bisa dianggap sepele,” ujarnya, Minggu (22/2/226).

Menurut Ferdian, padel elbow terjadi akibat penggunaan berlebihan (overuse) pada tendon ekstensor otot lengan bawah yang melekat di bagian luar siku. Gerakan ayunan raket yang dilakukan berulang kali—baik forehand, backhand, servis, maupun smash—menimbulkan tekanan mikro pada tendon hingga memicu iritasi dan peradangan.

Ia menjelaskan, karakter permainan padel turut meningkatkan risiko cedera. Lapangan yang lebih kecil dengan dinding kaca membuat bola sering memantul dan memaksa pemain bereaksi cepat.

“Gerakan start-stop yang eksplosif serta perubahan arah mendadak memberi beban tambahan pada siku. Terutama saat pemain mencoba mengembalikan bola dari sudut pantulan yang sulit,” katanya.

Faktor lain yang memperparah risiko adalah minimnya persiapan fisik. Banyak pemain pemula langsung bermain tanpa pemanasan yang memadai, teknik pukulan yang benar, maupun pemilihan raket yang sesuai.

“Teknik yang kurang tepat dan grip raket yang tidak pas dengan ukuran tangan bisa meningkatkan stres pada siku. Ditambah lagi jika intensitas bermain terlalu lama tanpa jeda,” jelasnya.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Ferdian menuturkan, gejala awal padel elbow biasanya berupa nyeri ringan di bagian luar siku. Rasa sakit dapat muncul saat menggenggam raket, mengangkat benda, bahkan melakukan aktivitas sederhana seperti memutar gagang pintu.
“Jika tidak segera ditangani, nyeri bisa menjalar ke lengan bawah dan berkembang menjadi kronis. Kondisi ini bisa mengganggu aktivitas harian selama berbulan-bulan,” ungkapnya.

Pencegahan Lebih Utama

Kendati demikian, ia menegaskan bahwa sebagian besar cedera siku pada padel dapat dicegah. Berdasarkan pengalamannya, sekitar 80 hingga 90 persen kasus dapat diminimalkan dengan persiapan fisik yang tepat.

Beberapa langkah pencegahan yang disarankan antara lain melakukan pemanasan dinamis sebelum bermain, fokus pada mobilitas bahu, siku, dan pergelangan tangan, serta menjalani latihan penguatan otot secara progresif.

“Selain itu, penting untuk mengoreksi teknik pukulan, memilih raket dengan grip yang sesuai, dan mengatur durasi bermain. Jangan memaksakan diri ketika tubuh mulai memberi sinyal nyeri,” tegasnya.

Pentingnya Penanganan Fisioterapi

Apabila cedera sudah terjadi, Ferdian menyarankan penanganan sejak dini melalui fisioterapi. Pendekatan yang dilakukan meliputi terapi manual, latihan penguatan bertahap, serta edukasi terkait manajemen beban latihan.

“Semakin cepat ditangani, semakin besar peluang untuk pulih total dan kembali bermain tanpa rasa sakit. Penundaan justru berisiko membuat cedera menjadi kronis dan berulang,” katanya.

Ia mengingatkan bahwa padel merupakan olahraga yang menyenangkan dan bersifat sosial. Namun, kesiapan fisik tetap menjadi kunci agar manfaat olahraga dapat dirasakan tanpa harus dibayar dengan cedera.

“Olahraga itu untuk kesehatan. Jadi pastikan tubuh kita siap sebelum bermain, agar bisa menikmati padel dalam jangka panjang,” jelasnya.

Editor : Arif Subekti
#fisik #cedera #padel #nyeri #serius