Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Jelang Puasa Harga Cabai di Martapura Melonjak, Daya Beli Konsumen Martapura Tergerus

M Fadlan Zakiri • Rabu, 18 Februari 2026 | 15:58 WIB
Seorang pembeli memilih cabai di Pasar Bauntung Batuah, Martapura dengan harga yang mulai naik jelang memasuki puasa ramadan (FAFLAN ZAKIRI/RADAR BANJARMASIN)
Seorang pembeli memilih cabai di Pasar Bauntung Batuah, Martapura dengan harga yang mulai naik jelang memasuki puasa ramadan (FAFLAN ZAKIRI/RADAR BANJARMASIN)

MARTAPURA - Kenaikan harga cabai jelang memasuki bulan suci Ramadan mulai dirasakan langsung oleh konsumen di Martapura.

Di Pasar Bauntung Batuah, harga cabai menembus Rp75 ribu hingga Rp80 ribu per kilogram, sehingga memberatkan belanja rumah tangga masyarakat.

Sri, salah seorang pembeli, mengaku lonjakan harga cabai sangat membebani, terutama bagi warga dengan penghasilan terbatas.

“Kalau sudah mau puasa begini malah makin mahal. Cabai itu kebutuhan utama, jadi mau tidak mau tetap beli meski dikurangi,” ujarnya, Rabu (18/2/2026).

Ia mengatakan, sebelumnya bisa membeli cabai dalam jumlah cukup untuk beberapa hari. Namun kini harus berhemat agar pengeluaran dapur tidak melonjak.

“Biasanya beli agak banyak. Sekarang sedikit saja yang penting cukup buat masak,” katanya.

Keluhan serupa disampaikan Rina, pembeli lainnya. Ia menyebut kenaikan harga tidak hanya terjadi pada cabai, tetapi juga sayuran.

“Bukan cuma cabai, sayur-sayuran juga ikut mahal. Uang belanja jadi harus diatur lagi,” ucapnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, di Pasar Bauntung Batuah harga cabai asal Sulawesi yang sebelumnya berkisar Rp60 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp75 ribu hingga Rp80 ribu per kilogram.

Cabai jenis Jepang juga mengalami kenaikan dari Rp50 ribu–Rp62 ribu menjadi sekitar Rp70 ribu per kilogram.

Selain cabai, harga kacang panjang, kol, terong, dan timun melonjak hampir dua kali lipat. Dari semula Rp7 ribu per ikat, kini dijual Rp14 ribu hingga Rp15 ribu per ikat.

Pedagang Pasar Bauntung Batuah, Novia, mengatakan kenaikan harga dipicu berkurangnya pasokan dari daerah penghasil, sementara permintaan meningkat menjelang Ramadan.

Kondisi tersebut bertepatan dengan meningkatnya antusiasme belanja masyarakat menjelang Ramadan.

“Barangnya memang lagi kosong dari sananya, jadi langka. Ditambah mau Ramadan, permintaan juga naik,” ujarnya.

Ia menambahkan, mahalnya harga cabai berdampak langsung pada penjualan karena banyak pembeli, termasuk pelaku usaha kecil, terpaksa mengurangi jumlah belanja.

“Pasokan dari daerah sedang berkurang. Ditambah mau Ramadan, permintaan biasanya naik,” ujarnya.

Diakuinya, mahalnya harga cabai berdampak pada penjualan karena banyak pembeli, termasuk pelaku usaha kecil, mengurangi jumlah belanja.

“Mudah-mudahan ada upaya dari pihak berwenang supaya bisa kembali normal kembali harganya. Dan kebutuhan masyarakat selama Ramadan tetap terjangkau,” pungkasnya.

Editor : Arif Subekti
#martapura #Banjar #Cabai #Pasar #sayuran