SURABAYA - Kisah pilu seorang pelajar di Nusa Tenggara Timur yang kesulitan membeli buku dan alat tulis untuk sekolah menggerakkan empati banyak kalangan.
Respons cepat datang dari suporter Persebaya, Bonek dan Bonita, yang kemudian berkoordinasi dengan manajemen Persebaya Surabaya untuk menginisiasi gerakan donasi alat tulis.
Aksi tersebut resmi dimulai bertepatan dengan laga kandang Persebaya menghadapi Bhayangkara FC pada Sabtu, 14 Februari 2026.
Manajemen menyediakan sejumlah drop box di area stadion untuk menampung sumbangan dari para suporter. Antusiasme yang muncul di luar dugaan. Tak sedikit orang tua yang memanfaatkan momen itu sebagai sarana edukasi, mengajak anak-anak mereka ikut menyerahkan donasi secara langsung.
Di area Gate 2 dan Gate 15 Stadion Gelora Bung Tomo, para Bonek dan Bonita tampak mengantre membawa buku tulis, pena, hingga tas sekolah.
Fahmi Akbar Pambudi, salah satu Bonek yang ikut berdonasi, menilai gerakan ini menjadi bukti bahwa solidaritas suporter tidak hanya terlihat saat mendukung tim di tribun.
“Kami datang bukan hanya untuk mendukung tim bertanding, tapi juga ingin berbagi. Semoga bantuan ini benar-benar sampai dan bisa membantu adik-adik kita agar tetap semangat sekolah,” ujar Fahmi dalam rilis yang diterima, Rabu (18/2/2026).
Sementara itu, perwakilan manajemen Persebaya Surabaya menegaskan bahwa gerakan tersebut lahir dari kepedulian bersama antara klub dan suporter.
“Ini murni gerakan solidaritas. Kami hanya memfasilitasi, sedangkan kekuatannya ada pada Bonek dan Bonita. Respons yang luar biasa ini membuktikan bahwa sepak bola bisa menjadi jembatan kebaikan,” ungkapnya.
Ia juga memastikan seluruh donasi akan segera disalurkan kepada pihak yang membutuhkan secara tepat sasaran.
“Kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait agar penyaluran berjalan transparan dan tepat guna,” tambahnya.
Dalam satu malam, jumlah donasi yang terkumpul mencapai 18.213 paket. Rinciannya meliputi 6.538 buku tulis, 11.561 alat tulis, serta 114 tas sekolah. Angka tersebut menunjukkan kuatnya solidaritas antara klub dan suporternya.
Solidaritas sosial memang bukan hal baru bagi Persebaya dan Bonek. Keduanya memiliki sejarah panjang dalam berbagai aksi kemanusiaan. Salah satu yang paling dikenang adalah aksi “lempar boneka” pada 2019 di Stadion GBT, ketika sekitar 20 ribu boneka berhasil dihimpun untuk disalurkan kepada anak-anak penderita kanker. Selain itu, mereka juga kerap bergerak membantu korban bencana di berbagai daerah di Indonesia.
Gerakan donasi alat tulis ini kembali menegaskan bahwa sepak bola bukan sekadar pertandingan di lapangan, tetapi juga ruang untuk menumbuhkan empati dan kepedulian sosial.
Editor : Arif Subekti