Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

518 Atlet Muda Ramaikan Kejuaraan Klub Mitra PB Djarum 2026

M Idris Jian Sidik • Minggu, 15 Februari 2026 | 14:16 WIB
Aksi atlet muda saling beradu strategi dan ketahanan dalam laga Kejuaraan Klub Mitra PB Djarum 2026 di GOR Djarum, Kudus. (PB Djarum)
Aksi atlet muda saling beradu strategi dan ketahanan dalam laga Kejuaraan Klub Mitra PB Djarum 2026 di GOR Djarum, Kudus. (PB Djarum)

KUDUS - Kejuaraan Klub Mitra PB Djarum 2026 kembali menjadi ajang strategis pembinaan atlet bulutangkis usia dini. Turnamen yang digelar di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jawa Tengah, pada 9–14 Februari 2026 ini diikuti 518 atlet dari 28 klub, terdiri atas 25 klub mitra dan tiga klub undangan.

Ajang yang diinisiasi Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama PB Djarum tersebut mempertandingkan nomor perorangan kelompok usia U-9 dan U-11, serta beregu U-13 dan U-15. Khusus sektor beregu, sistem pertandingan dirancang lebih kompetitif dengan mengadopsi format kejuaraan dunia. Kategori U-13 menggunakan format Piala Thomas dan Uber, sedangkan U-15 menerapkan format Piala Sudirman.

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation yang juga Ketua PB Djarum, Yoppy Rosimin, menegaskan bahwa kejuaraan yang telah memasuki tahun keempat ini menjadi wadah penting untuk mengukur sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan klub-klub mitra di berbagai daerah, seperti PB Talenta Manado, PB Champion Makassar, PB Victory Bandung, hingga Hevindo Balikpapan.

Menurut Yoppy, turnamen ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga bagian dari upaya menjaga kesinambungan prestasi bulutangkis nasional. Melalui ajang ini, setiap klub dapat mengevaluasi kemampuan atletnya serta memperkuat sistem pembinaan demi melahirkan generasi penerus pebulutangkis elite Indonesia.

Ia menambahkan, hasil pembinaan yang terstruktur mulai menunjukkan dampak positif. Sejumlah atlet jebolan klub mitra telah menembus Pelatnas PBSI, di antaranya Selsi Jovika, Moh Zaki Ubaidillah, dan Richie Duta Richardo yang memulai karier dari klub mitra sebelum bergabung dengan PB Djarum.

Tak hanya fokus pada atlet, kejuaraan ini juga memberi perhatian pada peningkatan kapasitas pelatih. Panitia menggelar coaching clinic dan sesi berbagi ilmu yang tahun ini menghadirkan pelatih fisik PB Djarum, Ari Subarkah, dengan materi peningkatan daya tahan bertanding.

Ketua Panitia Pelaksana, Sigit Budiarto, menjelaskan penerapan tiga sistem pertandingan berbeda bertujuan membentuk mental dan daya juang atlet sejak usia dini. Ia berharap variasi format tersebut menjadi pengalaman berharga bagi pelatih dan atlet dalam mengasah kegigihan serta semangat kompetitif.

Tingginya animo peserta terlihat dari peningkatan jumlah atlet dibanding tahun sebelumnya yang diikuti 439 peserta. Tahun ini, angka tersebut melonjak menjadi 518 atlet, menunjukkan kepercayaan klub terhadap kualitas dan manfaat ajang pembinaan ini.

Sejumlah partai final berlangsung sengit. Pada nomor tunggal putra U-11, Zayn Abdullah Rajendra (Champion Klaten) sukses membalas kekalahan sebelumnya dari Kentaro Javas Kaivan Tsaqib (PB Champion Kebumen). Zayn menang 21-16 di gim pertama, sempat kalah 19-21 di gim kedua, sebelum bangkit dari ketertinggalan 11-15 pada gim penentuan dan menutup laga dengan skor 21-18.

Persaingan ketat juga terjadi di nomor beregu campuran U-15 antara Champion Magelang dan Champion Gading Jaya. Setelah laga pembuka berlangsung tiga gim, Champion Gading Jaya memastikan gelar juara lewat kemenangan 3-0.

Jonathan Samuel Daloma dan Karla Nelvina Telaumbanua yang menyumbang poin awal bagi timnya mengaku bangga bisa memberi kontribusi penting. Sementara itu, pelatih ganda Champion Gading Jaya, Daniel Bagas Irawan, menyebut keberhasilan tersebut sebagai hasil kerja keras tim, meski persiapan sempat terkendala kondisi fisik sejumlah pemain.

Editor : Arif Subekti
#djarum #bulutangkis #atlet #kejuaraan #mental #Pembinaan