Kegiatan ini berlangsung di Sungai Awang, Banjarmasin, Kamis (12/2/2026), dan diikuti lebih dari 80 atlet hasil seleksi dari kabupaten dan kota se-Kalimantan Selatan.
Seleksi tersebut menjadi tahap awal pembentukan tim bayangan yang diproyeksikan tampil pada babak prakualifikasi PON 2027 di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.
Dalam agenda besar ini, PODSI Kalsel tak sekadar membangun tim, tetapi juga memasang target ambisius dengan membidik raihan lima medali emas.
Pelatih PODSI Kalsel, Masyhur, menjelaskan bahwa rangkaian seleksi digelar selama tiga hari, mulai 11 hingga 13 Februari 2026, dengan materi tes fisik yang komprehensif dan menguras stamina atlet.
“Hari pertama diawali dengan tes lari Balke 15 menit. Setiap atlet harus memiliki data kemampuan larinya sebagai dasar penilaian,” ujarnya.
Usai tes lari, para atlet langsung menjalani tes beban endurance selama dua menit yang meliputi band press, band row, sit up, pull up, dan push up. Pada hari kedua, seleksi berlanjut dengan tes beban maksimum satu repetisi (1RM) serta lanjutan tes endurance.
Tidak hanya fokus di darat, seleksi juga menyasar performa atlet di atas air. Jika waktu memungkinkan, tes dayung jarak 2.000 meter akan dilaksanakan, kemudian dilanjutkan pada Jumat (13/2/2026) dengan nomor 500 meter.
“Semua hasil tes akan direkap dan diranking. Mulai dari lari, beban, hingga tes di air. Dari peringkat itu nanti akan ditentukan siapa saja atlet yang direkrut untuk persiapan babak kualifikasi PON,” jelas Masyhur.
Ia menegaskan bahwa proses seleksi ini memang dirancang ketat dan terukur sebagai bagian dari sistem pembinaan jangka panjang. Jauh hari sebelumnya, PODSI Kalsel telah menginstruksikan pengcab serta daerah agar atlet tetap menjalani latihan rutin meski tidak sedang mengikuti kejuaraan.
“Kami ingin mereka tetap berlatih walaupun tidak ada event. Seleksi ini menjadi tolok ukur kesiapan mereka. Karena itu kami panggil untuk evaluasi,” katanya.
Meski seleksi bersifat kompetitif, peluang atlet belum sepenuhnya tertutup. PODSI Kalsel memastikan akan tetap membuka ruang evaluasi lanjutan sebagai bagian dari pembinaan berkelanjutan.
“Bagi yang belum masuk skuad tim bayangan, masih ada tes berikutnya. Data awal sekitar 80 atlet sudah kita jaring, dan semuanya tetap dalam pantauan,” tambahnya.
Melalui sistem seleksi yang terukur, transparan, dan berbasis perankingan, PODSI Kalsel optimistis dapat membentuk tim dayung yang solid, kompetitif, dan siap mewujudkan target lima emas pada Pra-PON, sekaligus membuka jalan menuju prestasi maksimal di PON XXII mendatang.
Editor : Sutrisno