JAKARTA - Tim bulu tangkis Indonesia, baik sektor putra maupun putri, harus menghentikan langkah di babak semifinal Badminton Asia Team Championship (BATC) 2026. Meski gagal melaju ke final, hasil ini dijadikan bahan evaluasi sekaligus pemacu semangat untuk menatap target yang lebih besar ke depan.
Pada sektor putra, Indonesia takluk dari Jepang dengan skor 1-3. Hasil serupa juga dialami tim putri yang harus mengakui keunggulan Korea Selatan, juga dengan skor 1-3, pada babak empat besar turnamen beregu Asia tersebut.
Kepala Bidang Pembinaan Prestasi PBSI, Eng Hian, menjelaskan bahwa keikutsertaan Indonesia di BATC 2026 memang difokuskan sebagai bagian dari persiapan menuju Piala Thomas dan Piala Uber. Oleh karena itu, tim tidak diperkuat komposisi terbaik secara penuh, melainkan memberi ruang lebih besar bagi pemain-pemain muda.
“BATC kami jadikan ajang pematangan tim menuju Thomas dan Uber Cup. Kami sengaja tidak menurunkan full team karena ingin melihat kesiapan pemain muda di level turnamen beregu internasional. Ini penting sebagai bahan evaluasi, baik dari sisi performa individu, mental bertanding, maupun strategi tim,” ujar Eng Hian, Rabu (11/2/2026).
Selain sebagai ajang evaluasi, BATC juga dinilai memiliki nilai strategis dari sisi peringkat dunia. Menurut Eng Hian, para pemain tetap memperoleh tambahan poin ranking meski tampil di turnamen beregu, sehingga memberikan manfaat jangka panjang bagi karier atlet.
Dari sektor putri, PBSI mengapresiasi pencapaian tim yang berhasil meraih medali perunggu sesuai target yang telah ditetapkan. Penampilan Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi dinilai positif, begitu pula kembalinya Ester Nurumi Tri Wardoyo yang menunjukkan performa meyakinkan.
“Ini menjadi catatan penting dan bahan pertimbangan kami dalam mempersiapkan tim menuju Piala Uber,” kata Eng Hian.
Sementara itu, hasil tim putra dinilai belum sesuai harapan. Target awal PBSI adalah mencapai babak final, namun langkah Indonesia terhenti di semifinal. Eng Hian menegaskan bahwa performa sejumlah pemain masih perlu dievaluasi secara menyeluruh untuk meningkatkan kekuatan tim jelang Piala Thomas.
Meski demikian, ia tetap memberi apresiasi terhadap daya juang dan performa sektor tunggal putra. Nama-nama seperti Ubed, Prahdiska Bagas, dan Richie disebut semakin menunjukkan kematangan dalam menghadapi pertandingan level internasional.
“Terlepas dari hasilnya, kami tetap mengapresiasi raihan medali perunggu dari beregu putra dan putri. Semoga ini menjadi tambahan motivasi dan kepercayaan diri bagi para pemain untuk mengejar prestasi yang lebih tinggi ke depan,” pungkas Eng Hian.
Editor : Arif Subekti