JAKARTA - Timnas futsal Indonesia harus mengakui keunggulan Iran di partai final AFC Futsal 2026 melalui drama adu penalti dengan skor 4–5 yang berlangsung di Indonesia Arena, Sabtu (8/2/2026) malam.
Meski gagal meraih gelar juara, capaian sebagai runner-up justru menjadi catatan sejarah tersendiri bagi futsal Indonesia.
Bermain di Indonesia Arena, Jakarta, skuad asuhan Hector Souto sempat tertinggal lebih dulu setelah Hossein Tayebi membuka keunggulan Iran. Namun respons cepat ditunjukkan Indonesia lewat gol Reza Gunawan yang menyamakan kedudukan menjadi 1–1.
Momentum kemudian berpihak pada Merah Putih. Israr Megantara membawa Indonesia berbalik unggul 2–1, sebelum kembali mencatatkan namanya di papan skor untuk mengubah kedudukan menjadi 3–1 pada menit kesembilan.
Iran perlahan bangkit. Mehdi Karimi memperkecil ketertinggalan menjadi 2–3 pada menit ke-18, disusul gol Saeid Ahmad Abbasi lima menit kemudian yang membuat skor kembali imbang 3–3. Tak butuh waktu lama, Indonesia kembali memimpin setelah Samuel Eko memanfaatkan kesalahan build up lawan dan mencetak gol untuk keunggulan 4–3.
Tekanan Iran semakin intens di menit-menit akhir. Dengan memainkan skema powerplay dan menjadikan Mahdi Karimi sebagai kiper terbang, Iran akhirnya menyamakan skor 4–4 pada menit ke-37.
Laga berlanjut ke babak extra time. Tidak ada gol di babak pertama, hingga akhirnya Israr Megantara kembali menjadi pembeda lewat gol dari situasi sepak pojok pada menit ke-38 yang membawa Indonesia unggul 5–4. Namun Iran kembali merespons lewat skema powerplay. Agharpour mencetak gol jarak jauh yang membuat skor kembali seimbang 5–5 hingga extra time berakhir.
Penentuan juara pun harus dilakukan melalui adu penalti. Dalam babak tos-tosan yang menegangkan, Indonesia akhirnya harus mengakui kemenangan Iran dengan skor 4–5.
Meski kalah, pencapaian ini menjadi tonggak sejarah penting bagi futsal Indonesia. Timnas futsal Indonesia menjadi satu-satunya tim yang mampu mencetak lima gol ke gawang Iran di partai final, sekaligus meraih posisi runner-up, pencapaian tertinggi sepanjang keikutsertaan Indonesia di ajang AFC Futsal.
Pelatih Hector Souto pun menegaskan kebanggaannya terhadap performa tim.
“Hari ini adalah hari untuk membicarakan seberapa baik kami bermain. Turnamen yang luar biasa yang kami jalani. Kami mencetak lima gol ke gawang Iran di final, dan membawa mereka hingga penalti keenam untuk bisa mengalahkan kami. Jadi, seperti yang kalian katakan di Indonesia: saya bangga,” ujar Souto usai pertandingan.
Kekalahan lewat adu penalti tak menghapus perjuangan dan sejarah besar yang ditorehkan Mochammad Iqbal dan kolega. Justru sebaliknya, perjalanan di AFC Futsal 2026 menjadi bukti bahwa futsal Indonesia telah berada di level tertinggi Asia dan layak diperhitungkan di masa depan.
Editor : Arif Subekti