Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Atlet Dayung Kalsel Fokus Latihan Jarak Jauh, Setiap Sesi Minimal 16 Kilometer

M Idris Jian Sidik • Kamis, 5 Februari 2026 | 14:28 WIB

LATIHAN: Sejumlah atlet dayung Kalimantan Selatan menjalani latihan long distance di Sungai Martapura, Banjarmasin.
LATIHAN: Sejumlah atlet dayung Kalimantan Selatan menjalani latihan long distance di Sungai Martapura, Banjarmasin.
BANJARMASIN – Pembinaan atlet dayung Kalimantan Selatan terus berjalan intensif meski agenda kejuaraan besar masih relatif jauh. 

Latihan rutin digelar di Sungai Martapura, Banjarmasin, Kamis (5/2/2026), dengan fokus utama pada peningkatan daya tahan melalui latihan jarak jauh atau long distance.

Dalam setiap sesi latihan, para atlet ditargetkan menempuh jarak minimal 16 kilometer mendayung. Program ini dirancang untuk membangun fondasi fisik dan stamina jangka panjang, sebagai bekal menghadapi agenda kompetisi ke depan.

Sebelum turun ke perairan, atlet lebih dulu menjalani latihan darat berupa lari ringan, peregangan otot, pull up, hingga latihan tarik tali berbeban untuk memperkuat otot tubuh bagian atas. 

Setelah itu, latihan air dilaksanakan dalam dua sesi, dimulai dari kelompok atlet putra, lalu dilanjutkan atlet putri. Latihan dimulai sejak pukul 15.00 Wita.

Pelatih Dayung Kalsel, Deddy Satria Achadiat, menjelaskan bahwa pola latihan saat ini masih difokuskan pada peningkatan volume mendayung.

“Untuk sementara latihannya masih normal. Libur hanya hari Kamis dan Minggu, selebihnya tetap latihan. Di dayung itu istilahnya kita harus ‘nabung kilometer’, karena olahraga ini memang sangat bergantung pada jarak tempuh,” ujarnya.

Ia menambahkan, karena event utama masih cukup jauh, target latihan lebih diarahkan pada pembangunan kapasitas fisik dasar.

“Kalau kejuaraan masih jauh, yang paling penting itu memperbanyak kilometer. Minimal mereka long distance sekitar 14 sampai 16 kilometer per sesi,” jelasnya.

Sementara latihan lari dan angkat beban, menurut Deddy, hanya bersifat sebagai latihan pendukung.

“Lari dan beban itu sifatnya supplementary training saja. Intinya tetap di air, di mendayung,” katanya.

Saat ini, jumlah atlet yang tergabung dalam pembinaan PODSI Banjarmasin mencapai sekitar 84 orang, terdiri dari atlet putra dan putri. Menariknya, cabang olahraga dayung menjadi salah satu cabor yang terbuka untuk masyarakat tanpa pungutan biaya.

“Kalau ada warga, khususnya di Banjarmasin, yang ingin anaknya jadi atlet dayung, silakan langsung datang ke lokasi latihan. Tidak dipungut biaya. Syarat utamanya hanya bisa berenang,” ungkap Deddy.

Dari sisi prestasi, atlet dayung Kalimantan Selatan mencatat hasil membanggakan pada PON 2024 di Aceh dengan raihan dua medali emas, satu perak, dan dua perunggu. Terbaru, dua atlet Kalsel, Nadia dan Abdul Hamid, dipercaya memperkuat Tim Nasional Indonesia di ajang SEA Games dan sukses menyumbangkan dua medali emas serta satu perak.

“Harapannya mereka bisa terus dipanggil membela tim nasional, termasuk di ajang-ajang internasional berikutnya, dan kembali menyumbangkan medali untuk Indonesia,” ujarnya.

Menutup keterangannya, Deddy berpesan agar para atlet tetap menjaga konsistensi dan mental latihan.

“Kalau di dayung itu kuncinya sederhana: rajin, ulet, dan disiplin. Tiga itu saja yang harus dijaga,” pungkasnya.

Editor : Sutrisno
#dayung #Olahraga #Kalsel