Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

PSS Sleman Dijatuhi Sanksi Komdis PSSI Usai Laga Kontra Barito Putera

M Idris Jian Sidik • Rabu, 4 Februari 2026 | 15:11 WIB
Suasana Tribun Stadion Maguwoharjo saat laga PSS Sleman vs Barito Putera yang berujung sanksi Komdis PSSI akibat pelanggaran disiplin suporter. (dok)
Suasana Tribun Stadion Maguwoharjo saat laga PSS Sleman vs Barito Putera yang berujung sanksi Komdis PSSI akibat pelanggaran disiplin suporter. (dok)

BANJARMASIN - Surat keputusan Komite Disiplin (Komdis) PSSI terkait pelanggaran yang dilakukan PSS Sleman pada laga menghadapi Barito Putera di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (31/1/2026), resmi beredar ke publik.

Dokumen tersebut diunggah oleh akun media sosial nusaliga dan menyebutkan bahwa PSS Sleman dinyatakan melanggar Kode Disiplin PSSI Tahun 2025 dalam pertandingan tersebut. Pelanggaran pertama berkaitan dengan adanya spanduk bermuatan umpatan yang ditujukan kepada klub Barito Putera.

Selain itu, pelanggaran serius juga terjadi di Tribun Barat Utara, di mana oknum suporter PSS Sleman dengan sengaja membuka dan menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di dalam stadion. Insiden tersebut menyebabkan pertandingan harus dihentikan sementara selama kurang lebih tiga menit.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dan bukti yang dinilai cukup kuat, Komdis PSSI menetapkan sanksi kepada PSS Sleman. Mengacu pada Pasal 70 ayat (1), ayat (2), Lampiran I nomor 5 jo Pasal 13 ayat (2) Kode Disiplin PSSI Tahun 2025, PSS Sleman dijatuhi hukuman larangan menyelenggarakan pertandingan dengan penonton sebanyak empat pertandingan kandang berturut-turut, terhitung sejak keputusan diterbitkan dan berlaku pada laga terdekat.

Selain itu, klub berjuluk Super Elja tersebut juga dikenai denda sebesar Rp15.000.000 (lima belas juta rupiah). Dalam surat keputusan tersebut juga ditegaskan bahwa apabila pelanggaran serupa kembali terulang, maka sanksi yang lebih berat akan diberlakukan.

Menanggapi hal ini, Pembina Barito Mania, Akhmad Redhaian alias Dayan, menilai bahwa tindakan tersebut pada akhirnya justru merugikan klub sendiri.

“Suporter pasti menyadari bahwa tindakan seperti ini berdampak langsung pada klub, baik secara finansial melalui denda maupun hukuman larangan penonton. Mungkin yang mereka lakukan adalah bentuk kekecewaan atau protes terhadap manajemen dan performa tim di lapangan,kompetisi, Rabu (4/2/2026).

Dayan juga menyoroti soal spanduk bermuatan umpatan yang dinilai sebagai bagian dari kultur suporterisme, meski tetap tidak bisa dibenarkan secara regulasi.

“Tulisan-tulisan umpatan itu memang sering muncul dalam dunia suporter sebagai bentuk intimidasi terhadap tim lawan. Tapi tetap saja, kalau sudah masuk ranah regulasi dan disiplin, dampaknya justru berbalik merugikan klub sendiri,” tambahnya.

Dengan sanksi ini, PSS Sleman dipastikan harus menjalani laga kandang tanpa kehadiran penonton dalam empat pertandingan ke depan, sebuah situasi yang berpotensi memengaruhi atmosfer pertandingan dan performa tim di sisa kompetisi.

Editor : Arif Subekti
#pss sleman #pssi #sanksi #komdis #penonton