Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Bagaimana Sejarah Persepan Pagatan Terbentuk hingga Diakui PSSI?

Zulqarnain RB • Minggu, 1 Februari 2026 | 15:14 WIB
BERTANDING: Persepan Pagatan (putih) saat bertanding melawan Persetala dalam laga sepakbola kompetisi daerah. (Foto: Dispora Tala)
BERTANDING: Persepan Pagatan (putih) saat bertanding melawan Persetala dalam laga sepakbola kompetisi daerah. (Foto: Dispora Tala)

BATULICIN - Persatuan Sepakbola Pagatan atau Persepan merupakan klub sepakbola yang berdiri pada 1 Desember 1972. Kehadiran Persepan dilatarbelakangi keinginan generasi muda Pagatan untuk menyatukan klub-klub sepakbola lokal dalam satu wadah resmi yang bernaung di bawah Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI).

Ketua Umum Persatuan Sepakbola Pagatan (Persepan), Mahluki, menceritakan gagasan pembentukan Persepan mulai menguat sejak 1968. Saat itu, para pemuda Pagatan, termasuk pelajar dan mahasiswa yang menempuh pendidikan di luar daerah, membawa semangat pembaruan dan keinginan agar Pagatan tidak tertinggal dari daerah lain.

“Aspirasi tersebut kemudian mendorong lahirnya berbagai organisasi kepemudaan, sekaligus memunculkan cita-cita membentuk perserikatan sepakbola,” ujarnya.

Sebelum Persepan berdiri, aktivitas sepakbola di Pagatan telah berlangsung sejak masa kolonial. Pada 1935, klub sepakbola sudah berdiri dan mulai berkembang di daerah tersebut.

Perkembangan itu berlanjut pada periode 1942 hingga 1953, ditandai dengan aktifnya sejumlah klub seperti Rencong, Hercules, Amor, Sinar Kota Pagatan, dan Bintang Timur. Keberadaan klub-klub inilah yang kemudian melahirkan gagasan untuk menyatukan kekuatan sepakbola Pagatan dalam satu perserikatan.

Pada awal 1970-an, sejumlah klub yang aktif sejak 1963 seperti Jukueja, Merpati, Gelora, Melati, Perzeda, Pagaruyung, dan lainnya kemudian diorganisasi. Lalu disatukan dalam Persatuan Sepakbola Pagatan yang selanjutnya dikenal dengan nama Persepan.

Setelah berdiri, Persepan aktif melakukan pembinaan dan pertandingan ke berbagai daerah. Pada 1972, Persepan melakukan tur ke Samarinda dan Balikpapan di Kalimantan Timur. Dua tahun kemudian, Persepan melanjutkan pertandingan ke Gresik, Jawa Timur, serta Sampit, Kalimantan Tengah. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mendapatkan pengakuan sebagai anggota PSSI.

Perjuangan tersebut membuahkan hasil pada 1978. Melalui Kongres Luar Biasa PSSI di Semarang, Persepan resmi diterima sebagai anggota PSSI. Saat itu, Persepan tercatat sebagai salah satu dari sembilan perserikatan yang tergabung dalam Komda PSSI Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Dalam perjalanannya, Persepan mengalami berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan sarana dan prasarana, pendanaan, hingga persoalan organisasi.

Meski demikian, Persepan tetap aktif mengikuti kompetisi antar perserikatan, kompetisi rayon Komda PSSI Kalimantan Selatan, serta pembinaan pemain usia muda, termasuk keikutsertaan dalam Piala Suratin.

Hingga kini, Persepan tetap dikenal sebagai salah satu klub yang lahir dari semangat persatuan masyarakat Pagatan. (dza)

Editor : Arif Subekti
#pssi #Tanah Bumbu #batulicin #pagatan