Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Raker KONI Kota Banjarmasin 2026 Bahas Evaluasi Program, Dana Hibah, hingga Bonus Atlet

M Idris Jian Sidik • Minggu, 1 Februari 2026 | 14:48 WIB
Suasana Rapat Kerja (Raker) KONI Kota Banjarmasin Tahun 2026 yang digelar di Ruang Rapat Cafe Nostalgia, Banjarmasin, Sabtu (31/1/2026) (M Idris Jian Sidik)
Suasana Rapat Kerja (Raker) KONI Kota Banjarmasin Tahun 2026 yang digelar di Ruang Rapat Cafe Nostalgia, Banjarmasin, Sabtu (31/1/2026) (M Idris Jian Sidik)

BANJARMASIN – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Banjarmasin menggelar Rapat Kerja (Raker) Tahun 2026 yang berlangsung di Ruang Rapat Cafe Nostalgia, Banjarmasin, Sabtu (31/1/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk mengevaluasi program kerja, pengelolaan keuangan, hingga penyamaan visi pembinaan olahraga prestasi di Kota Seribu Sungai.

Dalam pemaparannya, Ketua KONI Kota Banjarmasin, H Hermansyah menjelaskan bahwa rapat kerja kali ini membahas sejumlah agenda penting, mulai dari evaluasi hasil program kerja sebelumnya, pengelolaan dana hibah, hingga penguatan sistem administrasi dan pertanggungjawaban keuangan.

“Ada beberapa hal utama yang kita bahas. Pertama, evaluasi hasil program-program kerja sebelumnya. Kedua, evaluasi dana hibah yang diberikan kepada KONI, cabang olahraga, dan atlet. Ketiga, penguatan administrasi, terutama yang berkaitan dengan tata kelola keuangan,” ujar Hermansyah.

Ia menegaskan, aspek administrasi dan keuangan menjadi fokus utama karena menyangkut pertanggungjawaban anggaran yang bersumber dari pemerintah daerah. Menurutnya, mekanisme pelaporan keuangan harus terus disesuaikan dengan regulasi yang berlaku, baik dari pemerintah daerah, inspektorat, hingga Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Dana itu berasal dari pemerintah kota, disalurkan ke KONI, lalu ke cabang olahraga. Di sinilah banyak kendala muncul karena aturan pertanggungjawaban tiap tahun bisa berbeda. Mulai dari SPJ, laporan penggunaan dana latihan, hingga belanja kegiatan harus sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” jelasnya.

Selain aspek teknis, Raker juga menjadi ruang konsolidasi dan penyatuan visi antar insan olahraga di Kota Banjarmasin. Hermansyah menekankan pentingnya komunikasi terbuka agar tidak muncul kegelisahan, fitnah, maupun konflik internal, terutama terkait isu bonus atlet.

“Forum ini kita gunakan untuk menyatukan visi. Jangan sampai ada keresahan, kesalahpahaman, atau konflik antarkawan. Semua harus dibicarakan bersama, dicari solusinya secara kolektif,” tegasnya.

Isu bonus atlet menjadi salah satu topik krusial dalam Raker tersebut. Hermansyah menyebut, bonus atlet sangat memungkinkan untuk dianggarkan, baik melalui anggaran murni, perubahan anggaran, maupun tahun anggaran berikutnya.

“Bisa saja dianggarkan di perubahan, kalau belum cukup bisa di tahun depan. Yang penting realisasinya jelas dan tidak berlarut-larut, karena dampaknya besar bagi atlet dan cabang olahraga,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa atlet merupakan aset daerah yang harus dijaga dan dihargai, bukan dianggap sebagai beban.

“Atlet itu aset daerah. Jangan sampai mereka merasa tidak dihargai lalu pindah ke daerah lain. Kita harus menjaga mereka, karena mereka membawa nama Banjarmasin,” ucapnya.

Sementara itu, Sekda Kota Banjarmasin Ikhsan Budiman menyampaikan bahwa KONI saat ini dituntut lebih selektif dalam pembinaan olahraga, baik dalam penyusunan program kerja maupun pengelolaan anggaran.

“KONI harus selektif dalam pembinaan, melihat skala prioritas dan potensi cabang olahraga. Selain itu, pengelolaan keuangan harus akuntabel dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa persoalan bonus atlet perlu dibahas secara terbuka dan objektif, dengan mempertimbangkan kondisi keuangan daerah dan beban fiskal pemerintah kota.

“Semua tetap ada kemungkinan, tetapi harus melihat kondisi riil keuangan daerah. Beban fiskal dan efisiensi anggaran menjadi faktor penting dalam pengambilan keputusan,” katanya.

Ikhsan berharap, melalui forum Raker ini, terbangun komunikasi yang sehat antara pemerintah daerah, KONI, dan seluruh insan olahraga, sehingga setiap kebijakan dapat dipahami bersama dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.

“Kita ingin semua pihak saling memahami. Pemerintah, KONI, cabang olahraga, dan atlet harus satu visi dalam membangun olahraga Kota Banjarmasin,” pungkasnya.

Rapat kerja KONI Kota Banjarmasin Tahun 2026 ini diharapkan menghasilkan rumusan kebijakan strategis yang mampu memperkuat tata kelola organisasi, memperjelas sistem pembinaan, serta memperkuat perlindungan dan kesejahteraan atlet sebagai aset utama olahraga daerah.

Editor : Arif Subekti
#KONI #rapat #banjarmasin #keuangan