Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Efisiensi Anggaran, Bonus Atlet Porprov Banjarmasin Dipangkas

M Idris Jian Sidik • Kamis, 29 Januari 2026 | 14:26 WIB

BERAKSI: Atlet Kota Banjarmasin saat beraksi di Porprov Kalsel di Tanah Laut yang mengantarkan mereka meraih prestasi untuk daerah. (M Idris Jian Sidik)
BERAKSI: Atlet Kota Banjarmasin saat beraksi di Porprov Kalsel di Tanah Laut yang mengantarkan mereka meraih prestasi untuk daerah. (M Idris Jian Sidik)
BANJARMASIN - Pengurangan bonus bagi atlet Kota Banjarmasin yang berprestasi di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Selatan XII di Kabupaten Tanah Laut menjadi sorotan. 

Nominal penghargaan yang diterima atlet tahun ini tercatat lebih rendah dibandingkan event sebelumnya.

Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Banjarmasin membenarkan adanya penyesuaian tersebut. 

Pengurangan bonus disebut sebagai dampak dari kebijakan efisiensi anggaran daerah pada tahun 2026.

Sebelumnya, atlet peraih medali emas biasanya menerima bonus sebesar Rp25 juta per orang. Namun, pada tahun ini nilainya turun menjadi Rp20 juta. 

Sementara itu, besaran bonus untuk peraih medali perak dan perunggu juga disesuaikan dengan kemampuan anggaran pemerintah daerah.

Kepala Disbudporapar Banjarmasin, Ibnu Sabil, menjelaskan bahwa pihaknya sebenarnya telah mengusulkan nominal bonus yang lebih besar.

“Kami mengajukan anggaran sekitar Rp25 hingga Rp30 juta untuk peraih medali emas di Porprov 2025. Namun usulan tersebut tidak disetujui, sehingga yang bisa direalisasikan hanya Rp20 juta per atlet,” ujarnya.

Menurut Ibnu Sabil, kebijakan ini murni disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah saat ini.

“Intinya kemampuan keuangan daerah untuk pemberian bonus atlet tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Ini menyesuaikan kondisi APBD Kota Banjarmasin. Pembayaran bonus akan dilakukan melalui mekanisme transfer langsung ke rekening atlet dan direalisasikan melalui anggaran murni APBD 2026,” jelasnya.

Namun, kebijakan tersebut menuai kekecewaan dari kalangan atlet. Sejumlah penerima bonus menilai penurunan nominal penghargaan menjadi preseden buruk bagi dunia olahraga daerah, mengingat perjuangan besar yang harus dilalui atlet untuk meraih prestasi di ajang multievent terbesar di Banua.

Tak sedikit atlet yang harus berlatih ekstra keras, bahkan mengeluarkan biaya pribadi untuk mendukung persiapan, mulai dari mendatangkan pelatih dari luar daerah hingga membeli perlengkapan bertanding secara mandiri.

Atlet dansa Kota Banjarmasin, Cinta Dinda Kajoltriatna, mengungkapkan rasa kecewanya terhadap kebijakan tersebut.

“Bonus ini seharusnya menjadi bentuk apresiasi atas perjuangan kami membawa nama harum Kota Banjarmasin. Di cabang dansa, sebelum Porprov kami sudah mengeluarkan biaya besar, mulai dari memanggil pelatih dari luar daerah, membeli sepatu dansa terbaik, hingga kostum. Semua itu kami lakukan agar bisa tampil maksimal dan tidak mengecewakan daerah. Ketika nominal bonus justru turun, tentu kami merasa kecewa,” ujarnya.

Para atlet berharap pemerintah daerah dapat meninjau kembali kebijakan tersebut, agar penghargaan yang diberikan sebanding dengan pengorbanan, proses panjang, serta prestasi yang telah mereka torehkan untuk daerah.

Editor : Sutrisno
#banjarmasin #Kalsel #porprov